Overview
Eksperimen ini membahas pengaruh kekuatan tamping (tekanan saat memadatkan bubuk kopi) pada hasil ekstraksi espresso, dengan membandingkan tiga level tekanan yaitu 6 kg, 12 kg, dan di atas 15 kg menggunakan variabel lain yang tetap.
Persiapan Eksperimen
- Menggunakan grind size dan dosis biji kopi yang sama (18 gram, special blend JPW).
- Tiga variasi kekuatan tamping: low (6 kg), medium (12 kg), dan high (di atas 15 kg).
- Alat yang digunakan: grinder JX700, mesin espresso Alex Duetto 4, timbangan maksimal 15 kg, shooter glass.
Hasil Ekstraksi Espresso Berdasarkan Power Tamping
Hasil Tamping Low (6 kg)
- First drop pada detik ke-4, selesai di 21 detik, yield 36-38 ml.
- Hasil ekstraksi terlihat renggang, crema banyak, puk tidak rapat.
- Cita rasa dominan acid/fruity, sweet, sedikit body, hampir tidak ada bitterness, termasuk under extraction.
Hasil Tamping Medium (12 kg)
- First drop pada detik ke-5, selesai di 26 detik, yield mendekati 36-38 ml.
- Puk lebih padat dan rapat, warna lebih gelap sedikit.
- Rasa bitter dan acid seimbang, tekstur creamy dan tebal, bittersweet seperti dark chocolate, dinilai hasil yang ideal/balance untuk blend tersebut.
Hasil Tamping High (>15 kg)
- First drop pada detik ke-7, selesai di 33 detik, yield 36-38 ml.
- Puk sangat padat dan hitam, air sulit menembus bubuk kopi.
- Rasa dominant bitter, aftertaste getir dan kurang enak, over extraction terjadi.
Kesimpulan & Saran Kalibrasi Espresso
- Power tamping sangat memengaruhi ekstraksi: terlalu lemah menyebabkan under extraction (asam), tepat menghasilkan rasa seimbang, terlalu kuat menyebabkan over extraction (pahit).
- Disarankan menggunakan click tamper yang sudah disetting di 12 kg untuk hasil ideal.
- Jika sudah 12 kg namun rasa belum ideal, ubah grind size: haluskan bila under extraction, kasarkan bila over extraction.
Rekomendasi Praktis
- Jangan hanya fokus pada grind size dan dosis saat kalibrasi espresso, kekuatan tamping juga krusial.
- Bagi yang ingin eksperimen bisa menggunakan alat ukur tekanan tamping atau click tamper.
Penutup
- Dukungan untuk channel JPW Indonesia di Youtube melalui like dan subscribe.