📖

Membaca Kitab Suci Perjanjian Lama

Jul 24, 2025

Overview

Pengantar ini membahas cara membaca Kitab Suci Perjanjian Lama, termasuk identitas para pengarang, proses penulisan, pengaruh budaya dan sejarah, serta pendekatan pemahaman menurut ajaran Gereja Katolik.

Proses dan Pengarang Kitab Suci Perjanjian Lama

  • Kitab Perjanjian Lama ditulis dalam rentang waktu panjang, sekitar 1800 SM hingga 150 SM.
  • Penulisnya merupakan manusia yang menulis dari pengalaman iman sesuai budaya dan zamannya.
  • Ajaran Gereja Katolik (Dei Verbum) menyatakan Allah adalah pengarang utama melalui ilham Roh Kudus.
  • Manusia sebagai penulis bebas memakai kemampuan dan kecakapannya sendiri.
  • Tulisan dianggap Kitab Suci bukan karena mutu sastra, melainkan sebagai pernyataan iman.

Latar Belakang Sejarah dan Budaya Penulisan

  • Konteks sejarah bangsa Israel sangat memengaruhi isi dan gaya penulisan kitab-kitab.
  • Teks Kitab Suci merefleksikan situasi seperti zaman kerajaan Daud-Salomo, pembuangan Babel, dan pembebasan oleh Persia.
  • Kitab Suci juga dipengaruhi budaya sekitar seperti bangsa Mesir, Mesopotamia, dan Hittit.
  • Para penulis kadang mengadopsi hukum/adat dari bangsa-bangsa lain yang berkembang saat itu.

Cara Membaca, Merenungkan, dan Mempelajari Kitab Suci

  • Tiga pendekatan utama: membaca (sebagai teks), merenungkan (dengan iman), dan mempelajari (kritis/historis).
  • Membaca tanpa iman bisa membuat isi tampak mengerikan atau sulit dipahami.
  • Merenungkan Kitab Suci berarti membuka diri terhadap sabda Allah.
  • Mempelajari Kitab Suci melibatkan analisa sejarah, budaya, dan maksud pengarang aslinya.

Contoh-Contoh Pengaruh Zaman dan Budaya

  • Kisah Abraham dan janji menjadi bangsa besar ditulis saat Israel sudah menjadi kerajaan besar.
  • Kitab Ratapan muncul pada masa pembuangan Babel, penuh nuansa duka.
  • Kitab Yesaya bab 40 lahir pada masa pembebasan dari Babel oleh Persia.
  • Kitab Amos mencerminkan kritik sosial terhadap ketidakadilan di Kerajaan Utara.
  • Kitab Kebijaksanaan menunjukkan perubahan keyakinan religius pada masyarakat Yahudi periode akhir.

Kesimpulan dan Penekanan

  • Penting memahami latar belakang sejarah dan budaya untuk menangkap pesan Kitab Suci secara tepat.
  • Kitab Suci tetap sabda Allah meski ditulis oleh manusia yang dipengaruhi waktu dan konteks tertentu.
  • Pemahaman dan refleksi iman menjadi kunci dalam membaca Kitab Suci.

Doa Penutup dan Harapan

  • Umat diajak memohon berkat, perlindungan, dan damai sejahtera dari Allah bagi keluarga dan komunitas.
  • Diharapkan semakin teguh dalam iman dengan memahami isi Kitab Suci sesuai konteksnya.