Modul 303: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Bab 2: Aturan yang Berlaku di Masyarakat
2.1 Aturan di Sekolah
-
Pengertian Aturan:
Aturan adalah ketentuan yang ditetapkan untuk mengendalikan perilaku masyarakat. Dikenal juga sebagai tata tertib, perintah, atau adat sopan santun.
-
Sifat Aturan:
- Umum: Berlaku di segala tempat.
- Contoh:
- Membuang sampah pada tempatnya.
- Tidak mencontek.
- Tidak meludah sembarangan.
- Khusus: Berlaku untuk kelompok atau tempat tertentu.
- Contoh: Aturan ganjil-genap di Jakarta.
- Plat ganjil: berlaku di tanggal ganjil.
- Plat genap: berlaku di tanggal genap.
- Berlaku dari Senin hingga Jumat, jam 7-8, 10, dan 16-20.
-
Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis:
- Aturan dapat dibuat secara tertulis atau tidak tertulis dan mengandung sanksi.
- Sanksi: Dapat berupa sanksi ringan atau berat, tergantung pelanggaran.
Manfaat Aturan:
- Menciptakan keadilan dan kedisiplinan dalam masyarakat.
Aturan di Sekolah:
-
Siswa wajib mengikuti aturan yang ditetapkan oleh sekolah hingga lulus.
-
Contoh Aturan Tertulis di Sekolah:
- Datang paling lambat 15 menit sebelum bel.
- Memakai seragam lengkap.
- Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
- Mengikuti upacara bendera setiap Senin.
- Dilarang membawa senjata tajam.
-
Contoh Sanksi di Sekolah:
- Terlambat: dihukum berlari mengelilingi lapangan.
- Tidak memakai dasi/topi: dihukum berdiri di depan tiang upacara.
-
Contoh Aturan Tidak Tertulis di Sekolah:
- Mengucapkan salam kepada guru.
- Bersikap sopan kepada semua warga sekolah.
- Menengok teman yang sakit.
- Membantu teman yang membutuhkan.
Aturan Bersama:
- Aturan juga bisa dibuat oleh guru dan siswa bersama-sama.
- Contoh:
- Denda untuk siswa yang bersikap tidak sopan di kelas.
- Pesta kecil untuk kelas terbersih:
- Membentuk kelompok 5 siswa.
- Datang satu jam sebelum pesta.
- Menjaga sikap ramah dan sopan selama pesta.
Kesimpulan:
- Kerjasama dan kepatuhan terhadap rencana dan aturan sangat penting untuk kelancaran kegiatan di sekolah.
Kerjakan latihan-latihan di buku kegiatan.