Perjuangan Lingkungan dan Ekonomi di Gunung Lemongan
Sep 23, 2024
Catatan Kuliah tentang Gunung Lemongan
Informasi Umum
Nama Resmi: Gunung Lamongan
Nama Lokal: Gunung Lemongan
Lokasi: Kecamatan Kelakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
Masalah Lingkungan
Penebangan liar dan kebakaran sering terjadi.
Kebakaran disebabkan oleh masyarakat yang membakar hutan untuk meremajakan ilalang untuk pakan ternak.
Dampak negatif dari kebakaran:
Kerusakan hutan
Banjir bandang pernah terjadi
Perjuangan Daim
Sejak 1996: Mulai menanam di area yang sering terbakar, fokus pada tanaman buah di hutan lindung.
Tanaman yang dicoba: Durian, mangga, pinang, dan lainnya.
Menghadapi gangguan dari hewan seperti kerah, kijang, dan babi hutan.
Strategi Ekonomi
Daim tidak berasal dari keluarga mampu; menggunakan strategi untuk menanam sambil memenuhi kebutuhan keluarga.
Tanaman pinang dijadikan alternatif karena tidak memerlukan penebangan.
Jarak tanam: 120 cm x 5 cm, cara menanam untuk mengurangi risiko erosi.
Hasil Panen:
Luas lahan: 10 hektare
Hasil panen: 6-10 ton, dengan harga jual 13 ribu per kilo, menghasilkan 78 juta per tahun.
Pembangunan Infrastruktur
Daim membangun jalan sepanjang 1 km untuk memudahkan akses masyarakat.
Jalan dibangun selama lebih dari 5 tahun tanpa bantuan dari pihak lain.
Dampak Positif
Ekonomi masyarakat berkembang berkat hasil hutan dan akses yang lebih baik.
Sejak tahun 2001, wilayah tidak pernah terbakar lagi.
Daim menerima beberapa penghargaan atas usahanya, dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Kegiatan Lanjut
Menanam kelorwono untuk penghijauan dan pakan ternak.
Bekerja sama dengan Laskar Hijau untuk menjaga hutan dan lingkungan.
Meneruskan kegiatan penghijauan dan pembangunan ekonomi masyarakat.
Kemandirian Komunitas
Doyung, anak Daim, mulai beternak kambing dengan pakan dari hutan yang ditanam.
Dari 3 ekor kambing menjadi 30 ekor, menandakan peningkatan ekonomi dan kemandirian.
Kesimpulan
Perjuangan Daim dan Doyung menunjukkan pentingnya inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan ekonomi tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.