Coconote
AI notes
AI voice & video notes
Try for free
⚔️
Perang Puputan Badung 1906 dan Dampaknya
Sep 30, 2024
Catatan Kuliah: Perang Puputan Badung 1906
Latar Belakang
Tanggal
: Akhir September 1906, di Ibu Kota Kerajaan Badung, Bali.
Pihak Terlibat
: Rakyat Badung dan para pemimpin melawan tentara penjajah Belanda.
Tujuan Perjuangan
: Membela kehormatan bangsa dan diri meskipun ada risiko kematian.
Sejarah Awal
Johannes Benediktus Van Houtts
: Gubernur Jenderal yang menggantikan Willem Rusboom dengan ambisi menguasai seluruh Nusantara.
Perjanjian 1849
: Menjamin kemerdekaan urusan dalam negeri kerajaan-kerajaan Bali.
Insiden Kapal Sri Kumala
Tanggal Karam
: 27 Mei 1904, kapal berbendera Belanda karam di Pantai Sanur.
Hukum Tawan Karang
: Tradisi Raja-Raja Bali untuk menyita kapal terdampar, dihapuskan perjanjian 1849.
Tuduhan Pencurian
: Pemilik kapal mengklaim uang 7.500 gulden dirampas, menimbulkan ketegangan.
Respons Pemerintah
Residen Esbah
: Mengusulkan ganti rugi kepada Raja Badung, namun ditolak.
Blokade
: Tindakan pemerintah Belanda terhadap Kerajaan Badung karena tidak membayar ganti rugi.
Pertikaian dan Kompromi
Permohonan Raja Badung
: Menolak pembayaran ganti rugi dan meminta agar masalah diselesaikan melalui Majelis Kerta.
Kunjungan Residen
: Residen Esbah ke Denpasar, tetapi Raja tetap menolak tuntutan.
Aksi Militer
Persiapan Serangan
: Pemerintah Belanda mempersiapkan ekspedisi militer pada bulan April hingga September 1906.
Jumlah Pasukan
: 2.312 tentara Belanda dan non-militer dengan persenjataan lengkap.
Pertempuran Awal
: Dimulai 15 September 1906, dengan sejumlah korban di kedua pihak.
Pertempuran Puputan Badung
Tanggal
: 20 September 1906, pertempuran besar di Puri Agung Denpasar.
Pasukan Badung
: Dipimpin Raja Igusti Ngurahmade Agung, bertempur hingga akhir.
Kematian Raja Badung
: Raja gugur dalam pertempuran, menandai akhir perjuangan.
Akibat Pertempuran
Korban
: Perkiraan korban antara 1.000 hingga 1.500 orang dari pihak Badung.
Kejatuhan Kerajaan Badung
: Resmi jatuh ke tangan pemerintah Hindia Belanda.
Penutup
Kepahlawanan Raja Badung
: Raja Igusti Murahmade Agung dihormati sebagai pahlawan nasional.
Pengaruh Sejarah
: Sejarah Puputan Badung menjadi teladan bagi masyarakat Bali dan Indonesia.
Status Kerajaan
: Kerajaan Badung dihidupkan kembali pada tahun 1920-an oleh pemerintah Hindia Belanda.
Referensi
H.H. Van Kool dan laporan-laporan lain mengenai peristiwa tersebut.
📄
Full transcript