Pengantar Computational Thinking
Pembicara
- Fajar Darmawan dari Teknik Informatika UNPAS
Definisi Computational Thinking
- Digagas oleh Seymour Pepper pada tahun 1980 dan diimplementasikan lebih luas pada tahun 1996.
- Teknik untuk memecahkan masalah secara logis, terstruktur, dan kreatif.
- Diterapkan dalam berbagai bidang, bukan hanya IT.
Pentingnya Computational Thinking
- Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan struktural.
- Menghadapi Industri 5.0.
- Adaptasi terhadap teknologi modern, misalnya saat pandemi.
Komponen-komponen Computational Thinking
- Decomposition (Dekomposisi):
- Memecah masalah menjadi submasalah yang lebih kecil.
- Fokus pada titik masalah untuk solusi tepat sasaran.
- Pattern Recognition (Pengenalan Pola):
- Mengenali pola untuk memprediksi kejadian selanjutnya.
- Contoh: Deret angka dan pola angka.
- Abstraction (Abstraksi):
- Eliminasi permasalahan yang tidak relevan.
- Identifikasi prinsip umum dan bermain dengan variabel.
- Algorithm Design (Desain Algoritma):
- Menuliskan langkah-langkah sistematis dan terstruktur.
- Contoh: Resep masakan sebagai algoritma.
Contoh Kasus: Penjumlahan 1 sampai 200
- Decomposition: Langkah awal memecah menjadi penjumlahan berpasangan.
- Pattern Recognition: Menggunakan pola penjumlahan ujung ke ujung (1+200, 2+199, dst).
- Abstraction: Mengeliminasi langkah yang tidak diperlukan.
- Algorithm Design:
- Rumus: (\text{(Ujung+Ujung)} \times \frac{\text{Banyaknya Proses}}{2})
- Contoh: (201 \times 100 = 20.100)
Aplikasi Algoritma pada Kasus Lain
- Penjumlahan 1 sampai 1000:
- Ujung + ujung: 1+1000 = 1001
- Banyaknya proses: (\frac{1000}{2} = 500)
- Hasil akhir: (1001 \times 500 = 500.500)
Kesimpulan
- Computational Thinking penting untuk menyelesaikan masalah secara efektif.
- Dapat diterapkan dalam berbagai bidang dan situasi.
Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.