Tan Malaka dan Relevansi Pemikirannya dalam Konteks Modern
Jul 18, 2024
Tan Malaka dan Relevansi Pemikirannya dalam Konteks Modern
Pendahuluan
Tan Malaka adalah sosok penting dalam sejarah politik Indonesia.
Terkenal sebagai konsultan politik dan penulis yang mendalam tentang banyak hal, termasuk pendidikan dan perlawanan terhadap imperialisme.
Ketertarikan Hasan Naswi pada Tan Malaka
Hasan Naswi mendalami Tan Malaka sejak kuliah dan menulis skripsi tentangnya yang kemudian diterbitkan menjadi buku.
Inspirasi awal dari buku Islam dalam Tinjauan Madilog yang dibelikan oleh pacarnya saat itu.
Buku tersebut adalah bagian dari Bab dalam buku Madilog dan diberi pengantar oleh Buya Hamka.
Kagumnya Buya Hamka pada Tan Malaka mendorong Hasan untuk mencari lebih banyak karya Tan Malaka.
Buku Madilog memberikan perspektif alternatif tentang Islam dan mengajak pembaca untuk tidak dogmatis.
Tan Malaka di Mata Hasan Naswi
Memulai karir sebagai pendidik namun kemudian menjadi politisi karena kondisi yang memaksa.
Tan Malaka disebut sebagai orang yang jarang kalah dalam kontestasi politik.
Banyak orang menganggap karyanya sulit dipahami, namun bagi orang Minang, bahasa yang digunakan Tan Malaka cukup mudah dimengerti.
Literasi dan Pencarian Informasi
Literasi mengenai Tan Malaka sulit diperoleh di era Orde Baru yang menekan sejarah kiri.
Bantuan dari komunitas bambu dan senior di universitas membantu Hasan mengakses literatur-literatur tersebut.
Pemikiran dan Kontribusi Tan Malaka
Buku dan Karya Penting
Buku Madilog - Berfokus pada cara berpikir ilmiah, materialisme dialektika, dan logika.
Buku Dari Penjara ke Penjara - Menceritakan pengalaman Tan Malaka selama masa perjuangannya dan menjadi inspirasi bagi para aktivis.
Buku Menuju Republik Indonesia - Ditulis jauh sebelum Sumpah Pemuda, yang menunjukkan visi Tan Malaka tentang Republik Indonesia.
Pengaruh dan Relevansi
Tan Malaka berpendapat bahwa Republik harus berbasis pada konsep Soviet, dengan unit-unit yang mendukung demokrasi rakyat secara langsung tanpa partai politik.
Tan Malaka tidak sepaham dengan demokrasi ala Barat yang penuh dengan perebutan kekuasaan.
Dia juga menentang feodalisme dan mistisisme yang menghambat kemajuan bangsa.
Orang yang Kurang Dikenal
Tan Malaka adalah seorang yang kesepian, sering bersembunyi dan menyamar.
Tidak memiliki banyak teman ataupun keluarga, lebih memilih hidup sendiri untuk mendukung perjuangannya.
Terobsesi dengan cita-cita revolusi yang membuatnya rela menunda kehidupan pribadi.
Implementasi Pemikiran dalam Konteks Modern
Madilog sebagai metode berpikir bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan modern.
Pendidikan revolusioner yang diinisiasi Tan Malaka masih relevan dalam konteks pemberdayaan dan emansipasi.
Pemikiran Tan Malaka tentang kesatuan-poros dunia juga menawarkan perspektif untuk menghindari perang dan memastikan kesejahteraan global.
Kesimpulan
Tan Malaka adalah sosok yang layak diingat dan dihormati, bukan hanya karena pemikirannya yang mendalam namun juga keteguhannya dalam perjuangan.
Buku yang disarankan untuk mengenal Tan Malaka adalah Dari Penjara ke Penjara bagi para pemula, dan Madilog bagi yang ingin mendalami lebih lanjut filosofi dan metode berpikir ala Tan Malaka.