Coconote
AI notes
AI voice & video notes
Try for free
📚
Belajar Pola Kalimat JLPT N3
May 16, 2025
Catatan Kuliah Pola Kalimat JLPT N3
Pendahuluan
Materi ini membahas pola kalimat dalam ujian JLPT N3.
Lebih dari 100 pola kalimat dibagi menjadi 36 hari pembelajaran.
Penting untuk memahami pola kalimat karena berpengaruh pada bagian dokkai dan cokai.
Hari Pertama: Kalimat Pasif
Fungsi Kalimat Pasif
:
Menjelaskan fakta tanpa subjek.
Menyatakan kesulitan akibat suatu hal.
Contoh
:
"Buku ini tidak tertulis." (kakarete imasen)
"Upacara dilaksanakan di sini." (okonawaremas)
"Berlian terbesar di dunia." (iwarimas)
"Dianggap benar oleh orang-orang." (omowareru)
Hari Kedua: Bentuk Pendek
Bentuk Naito
(harus):
Contoh: "Saya harus tidur." (hayaku dekukara nenito)
Bentuk Catta
(sudah):
Contoh: "Cokelat sudah habis." (tabe catta)
Bentuk Toku
(terlebih dahulu):
Contoh: "Tulis terlebih dahulu." (katako)
Hari Ketiga: Mitai
Fungsi Mitai
:
Menyatakan kesan atau perbandingan.
Contoh: "Sepertinya hujan." (amemitai)
Rashi
: Menunjukkan ciri khas.
Contoh: "Dia sangat perempuan." (jose rashi)
Hari Keempat: Yoni
Yoni
(agar):
Digunakan untuk menyatakan usaha atau tujuan.
Tameni
(untuk):
Menyatakan tujuan dari suatu usaha.
Contoh
:
"Usahakan agar tidak ketinggalan." (wasono shinoni shimaso)
Hari Kelima: Yoni untuk Memohon
Yoni untuk Memohon
:
Contoh: "Izinkan saya mandi." (te kudasai)
Yoni untuk Harapan
:
Contoh: "Mudah-mudahan dia sembuh." (naurimas Yoni)
Hari Keenam: Omo
Omo
(bermaksud):
Contoh: "Saya bermaksud berhenti." (yameru omoteiru)
Yo suru
(pas mau):
Contoh: "Dia mau menggigit." (kamou)
Hari Ketujuh: Bakari
Bakari
(melulu):
Digunakan untuk menunjukkan rutinitas atau kebiasaan.
Contoh: "Dia main terus-menerus." (asonde bakari)
Hari Kedelapan: Nitsuite
Nitsuite
(tentang):
Digunakan untuk menjelaskan topik.
Contoh: "Saya belajar tentang ujian." (jukengnitsuite)
Hari Kesembilan: Koto
Koto
(perihal):
Digunakan untuk menjelaskan atau mendefinisikan.
Contoh: "Perihal ujian minggu depan." (shitsumon koto)
Hari Kesepuluh: Toyu
Toyu
(yang disebut):
Digunakan untuk menyebutkan nama.
Contoh: "Ini yang disebut sushi." (shakuhi toyu monodes)
Hari Kesebelas: Nani Nani Yori
Yori
(daripada):
Digunakan untuk perbandingan.
Contoh: "Lebih baik daripada kemarin." (kono yori)
Hari Keduabelas: Nani Nani niwa
Niwa
(bagi):
Digunakan untuk menjelaskan kenyataan.
Contoh: "Bagi orang yang kaya, tidak selalu bahagia." (okanemochi niwa)
Hari Ketigabelas: Temo
Temo
(meskipun):
Digunakan untuk menunjukkan kontras.
Contoh: "Meskipun mahal, saya akan beli." (takai temo)
Hari Keempatbelas: Dakedo
Dakedo
(tapi):
Digunakan untuk menunjukkan perbedaan.
Contoh: "Saya ingin pergi, tapi tidak bisa." (ikasai)
Hari Kelima Belas: Nani Nani wa
Wa
(pun juga):
Digunakan untuk penekanan.
Contoh: "Bukan hanya dia, saya juga tahu." (watashi wa)
Hari Keenam Belas: Atode
Atode
(lalu):
Digunakan untuk menunjukkan urutan waktu.
Contoh: "Setelah itu, saya akan pergi." (atode ikimasu)
Hari Ketujuh Belas: Ageru
Ageru
(selesai):
Digunakan untuk menyatakan penyelesaian.
Contoh: "Saya sudah selesai menulis." (kaki agatta)
Hari Kedelapan Belas: Kiru
Kiru
(habis):
Digunakan untuk menyatakan sesuatu yang selesai.
Contoh: "Makanan sudah habis." (tabekiru)
Hari Kesembilan Belas: Kake
Kake
(tidak selesai):
Digunakan untuk menyatakan hal yang belum selesai.
Contoh: "Buku ini belum selesai dibaca." (yomi kake)
Hari Ke-30: Hajime
Hajime
(pertama kali):
Digunakan untuk menyatakan pertama kali melakukan sesuatu.
Contoh: "Saya pertama kali menulis laporan ini." (hajime ni)
Hari Ke-31: Moshi Nani Nani
Moshi
(seandainya):
Digunakan untuk mengandaikan sesuatu.
Contoh: "Seandainya dia ada, pasti senang." (moshi iru)
Hari Ke-32: Nani Nani to
To
(dan):
Digunakan untuk menghubungkan kalimat.
Contoh: "Saya suka kopi dan teh." (kore to)
Hari Ke-33: Nani Nani na
Na
(sama sekali tidak):
Digunakan untuk menekankan ketidakmampuan.
Contoh: "Saya tidak bisa sama sekali." (nanimo nai)
Hari Ke-34: Nani Nani yo
Yo
(tapi):
Digunakan untuk menekankan perbedaan.
Contoh: "Tapi saya tidak tahu." (dakara)
Hari Ke-35: Nani Nani made
Made
(sampai):
Digunakan untuk menyatakan batasan.
Contoh: "Sampai batas waktu ini." (made)
Hari Ke-36: Kesimpulan
Pembelajaran pola kalimat untuk JLPT N3 sangat penting untuk pemahaman bahasa Jepang.
Latihan soal sangat disarankan untuk menguji pemahaman.
Materi lengkap dapat diakses di kolom deskripsi.
Penutup
Terima kasih telah belajar bersama.
Jangan lupa untuk subscribe dan share.
📄
Full transcript