Coconote
AI notes
AI voice & video notes
Try for free
📉
Dampak Deflasi pada Daya Beli Masyarakat
Oct 12, 2024
Kontraksi Daya Beli Masyarakat dan Deflasi
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS)
BPS melaporkan deflasi terus berlanjut selama 5 bulan berturut-turut:
Mei 2024: -0,03%
Juni 2024: -0,08%
Juli 2024: -0,18%
Agustus 2024: -0,03%
September 2024: -0,12%
Penyebab Deflasi
Deflasi disebabkan penurunan daya beli masyarakat, termasuk masyarakat menengah
Masyarakat menengah terpaksa mengerem konsumsi demi memenuhi kebutuhan hidup
Prioritas pengeluaran hanya untuk kebutuhan dasar
Indeks Harga Konsumen (IHK)
IHK menurun dari 106,37 (Mei 2024) menjadi 105,93 (September 2024)
Menunjukkan penurunan daya beli
Respons Pengusaha
Pengusaha mengurangi aktivitas produksi
Kecemasan barang tidak terjual membuat pabrik tidak berani berproduksi
Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia:
Juli 2024: 49,3 (zona kontraksi)
Agustus 2024: 48,9
September 2024: 49,2
Dampak terhadap Pekerja
Lesunya industri dapat menyebabkan gelombang PHK di pabrik
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Rata-rata saldo rekening di bawah 100 juta rupiah menurun dari 3 juta rupiah (2019) menjadi 1,5 juta rupiah (Juni 2024)
Menunjukkan masyarakat mulai menggunakan tabungan untuk biaya hidup
Potensi Gejolak
Daya beli yang terus menurun dapat memicu gejolak sosial, mirip dengan krisis 1998
Harapan dari Bank Dunia
Bank Dunia proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia:
2024: 5%
2025: 5,1%
Pertumbuhan diharapkan dapat membaik daya beli masyarakat
Kebijakan pemerintah
Pemerintah harus berhati-hati dalam kebijakan fiskal, seperti:
Kenaikan tarif pajak dan cukai berpotensi menurunkan konsumsi
Perlunya kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga kredit
Mendorong dunia usaha untuk kembali beroperasi dan berinvestasi
Dukungan bagi pabrik padat karya untuk kembali beroperasi
📄
Full transcript