📚

Gerakan Literasi dan Sejarahnya

Nov 7, 2024

Catatan Kuliah: Gerakan Literasi dan Sejarahnya

Pengertian Literasi

  • Definisi Tradisional:
    • Dulu diartikan sebagai kemampuan baca tulis.
  • Definisi Modern:
    • Tidak hanya baca tulis, tetapi juga kemelekan terhadap berbagai produk budaya.
    • Melibatkan konsumsi dan produksi kebudayaan seperti membaca buku, menonton film, dll.

Sejarah Gerakan Literasi

  • Republik Literasi (Respublica Literaria):
    • Fenomena abad ke-17 di Eropa.
    • Merupakan "republik" imajiner yang terdiri dari kegiatan tulis-menulis dan korespondensi antar intelektual.
  • Penyebab Munculnya:
    • Revolusi Percetakan:
      • Dikembangkan oleh Johann Gutenberg pada abad ke-14-15.
      • Memungkinkan produksi buku secara massal dan murah.
    • Jaringan Korespondensi:
      • Ketersediaan jalur surat-menyurat yang aman dan efektif.
      • Contoh: Marin Desen berkorespondensi dengan 700 orang.
    • Pengaruh Coffee Houses:
      • Tempat intelektual berdiskusi, bukan sekadar tempat nongkrong.
      • Berperan dalam distribusi informasi dan perkembangan sains.

Faktor Pendukung Lainnya

  • Kolonisasi Awal:
    • Membawa komoditas baru seperti kopi yang menjadi pusat diskusi di kafe-kafe.
  • Institusi Keilmuan:
    • Munculnya masyarakat keilmuan seperti Royal Society di Inggris.

Tujuan Literasi

  • Bukan Sekadar Informasi:
    • Bukan hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga menumbuhkan kepribadian dan kepekaan budaya.
  • Cultural Refinement:
    • Penghalusan budi pekerti untuk meningkatkan kepekaan terhadap dunia sekitar.
  • Sikap dan Kritik:
    • Literasi mendorong sikap kritis dan menciptakan kritikus seni dan budaya.

Tantangan Literasi Modern

  • Pembatinan Informasi:
    • Pentingnya mengolah informasi untuk menghasilkan sikap pribadi, bukan sekadar menerima mentah-mentah.
  • Simpatik dan Apresiasi:
    • Mengembangkan empati terhadap cara orang lain berkebudayaan.

Kesimpulan

  • Literasi adalah lebih dari sekedar membaca dan menulis; ia adalah proses membangun kepribadian dan memperkaya budi pekerti melalui interaksi dengan berbagai aspek kebudayaan.