Tidak hanya baca tulis, tetapi juga kemelekan terhadap berbagai produk budaya.
Melibatkan konsumsi dan produksi kebudayaan seperti membaca buku, menonton film, dll.
Sejarah Gerakan Literasi
Republik Literasi (Respublica Literaria):
Fenomena abad ke-17 di Eropa.
Merupakan "republik" imajiner yang terdiri dari kegiatan tulis-menulis dan korespondensi antar intelektual.
Penyebab Munculnya:
Revolusi Percetakan:
Dikembangkan oleh Johann Gutenberg pada abad ke-14-15.
Memungkinkan produksi buku secara massal dan murah.
Jaringan Korespondensi:
Ketersediaan jalur surat-menyurat yang aman dan efektif.
Contoh: Marin Desen berkorespondensi dengan 700 orang.
Pengaruh Coffee Houses:
Tempat intelektual berdiskusi, bukan sekadar tempat nongkrong.
Berperan dalam distribusi informasi dan perkembangan sains.
Faktor Pendukung Lainnya
Kolonisasi Awal:
Membawa komoditas baru seperti kopi yang menjadi pusat diskusi di kafe-kafe.
Institusi Keilmuan:
Munculnya masyarakat keilmuan seperti Royal Society di Inggris.
Tujuan Literasi
Bukan Sekadar Informasi:
Bukan hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga menumbuhkan kepribadian dan kepekaan budaya.
Cultural Refinement:
Penghalusan budi pekerti untuk meningkatkan kepekaan terhadap dunia sekitar.
Sikap dan Kritik:
Literasi mendorong sikap kritis dan menciptakan kritikus seni dan budaya.
Tantangan Literasi Modern
Pembatinan Informasi:
Pentingnya mengolah informasi untuk menghasilkan sikap pribadi, bukan sekadar menerima mentah-mentah.
Simpatik dan Apresiasi:
Mengembangkan empati terhadap cara orang lain berkebudayaan.
Kesimpulan
Literasi adalah lebih dari sekedar membaca dan menulis; ia adalah proses membangun kepribadian dan memperkaya budi pekerti melalui interaksi dengan berbagai aspek kebudayaan.