Overview
Materi membahas hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional yang bersifat debatable (seperti pertanyaan ayam dan telur). Fokus pada bagaimana pertumbuhan ekonomi mempengaruhi ekspor dan impor, dengan menggunakan China sebagai studi kasus utama.
Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Internasional
- Hubungan masih debatable: apakah pertumbuhan ekonomi memacu ekspor/impor, atau sebaliknya
- Export-led growth hypothesis vs growth-led export hypothesis masih diperdebatkan
- Pembuktian memerlukan data konkret: pertumbuhan ekonomi, ekspor, impor, dan investasi
- Tidak bisa justifikasi langsung tanpa analisis data yang komprehensif
Kasus China: Pertumbuhan Ekspor Luar Biasa
- China dalam 10 tahun terakhir mengalami pertumbuhan ekspor sangat tinggi
- Market share China mencapai seperempat ekspor dunia (hanya satu negara)
- Produk China dominan di pasar global dengan harga paling murah
- Ekspor tinggi diikuti impor tinggi, terutama intermediate goods untuk produksi
- China memanfaatkan faktor abundant (tenaga kerja murah, resource melimpah)
- China fokus pada dirty products (semen, metal, PNM) yang permintaannya tinggi di negara berkembang
Efek Perdagangan dari Pertumbuhan (Production Side)
- Pertumbuhan ekonomi menggeser kurva PPF (Production Possibility Frontier) ke luar
- Produsen menentukan titik produksi baru pada PPF yang baru
- Real income meningkat → konsumsi naik → produksi meningkat sebagai respons
- Efek bergantung pada lokasi pergeseran produksi di empat region/kuadran
Klasifikasi Efek Produksi pada Trade:
| Region | Karakteristik Produksi | Jenis Efek | Dampak terhadap Trade |
|---|
| Region 2 | More export good, less import good | Ultra pro-trade production growth | Strong positive effect |
| Region 1 | More both goods, proportionally more export good | Pro-trade production growth | Positive effect |
| Region 4 | More import good, less export good | Ultra anti-trade production growth | Strong negative effect |
| Region 3 | More both goods, proportionally more import good | Anti-trade production growth | Negative effect |
Efek Perdagangan dari Pertumbuhan (Consumption Side)
- Peningkatan real income memberikan pilihan konsumsi baru bagi masyarakat
- Konsumen dapat memilih titik konsumsi baru pada CPF (Consumption Possibility Frontier)
- Efek berbeda dengan production side karena konsumsi adalah fungsi: produksi - ekspor + impor
- Konsumsi barang ekspor oleh masyarakat domestik mengurangi volume ekspor negara
Klasifikasi Efek Konsumsi pada Trade:
| Region | Karakteristik Konsumsi | Jenis Efek | Dampak terhadap Trade |
|---|
| Region 2 | More export good, less import good | Ultra anti-trade consumption effect | Strong negative effect |
| Region 1 | More both goods, proportionally more export good | Anti-trade consumption effect | Negative effect |
| Region 4 | More import good, less export good | Ultra pro-trade consumption effect | Strong positive effect |
| Region 3 | More both goods, proportionally more import good | Pro-trade consumption effect | Positive effect |
Income Elasticity of Demand untuk Import (YEM)
- YEM = persentase perubahan import / persentase perubahan national income
- YEM = 1: neutral effect terhadap trade
- 0 < YEM < 1: anti-trade effect
- YEM < 0: ultra anti-trade effect
- YEM > 1: pro-trade atau ultra pro-trade effect
- Formula menggabungkan efek produksi dan konsumsi secara bersamaan
Sumber Pertumbuhan Ekonomi
- Faktor produksi: capital dan labor
- Perubahan teknologi: diukur dari output yang dihasilkan (produk teknologi tinggi)
- Factor neutral: capital dan labor tumbuh proporsional (constant returns to scale)
- Labor saving: peningkatan relatif penggunaan capital
- Capital saving: peningkatan relatif penggunaan labor
- Intensitas faktor produksi menentukan arah pergeseran PPF
Small Country Case
- Small country tidak bisa mempengaruhi harga internasional
- Indonesia termasuk small country meskipun penduduknya besar
- Small country identik dengan developing country, padat karya, tenaga kerja murah
- Produksi L-intensive goods (labor intensive) meningkat
- Produksi K-intensive goods (capital intensive) menurun
- Fokus pada spesialisasi resource yang paling abundant (melimpah)
Rybczynski Theorem
- Expansion of output menggunakan faktor produksi yang intensif
- Terjadi kontraksi absolut untuk produk menggunakan faktor lain
- Negara fokus pada resource yang lebih intensif, abaikan yang lain
- If abundant factor grows: ultra pro-trade production effect
- If scarce factor grows: ultra anti-trade production effect
- If consumption effect pro-trade: growth in abundant factor meningkatkan trade overall
Large Country Case
- Large country dapat mempengaruhi harga internasional (contoh: China)
- Growth dengan abundant factors menyebabkan ultra pro-trade effect
- Peningkatan demand untuk import dan supply untuk export
- Deterioration dalam terms of trade negara tersebut
- Welfare meningkat tetapi tidak sebesar small country case
- Analisis lebih sophisticated karena interaksi large-large atau large-small berbeda
Strategi untuk Negara Berkembang
- Developing countries mengalami declining terms of trade sebagai kelompok
- Strategi yang disarankan: export product diversification
- Income elasticity of demand untuk mineral dan food products cenderung rendah
- Income elasticity untuk manufactured goods cenderung lebih tinggi
- Harga non-petroleum primary products umumnya menurun seiring waktu
- Indonesia perlu optimalisasi faktor abundant (tidak hanya 2% keuntungan dari emas)
Istilah Kunci
- PPF (Production Possibility Frontier): kurva kemungkinan produksi suatu negara
- CPF (Consumption Possibility Frontier): kurva kemungkinan konsumsi suatu negara
- Ultra pro-trade: pertumbuhan dengan efek positif sangat kuat terhadap perdagangan
- Ultra anti-trade: pertumbuhan dengan efek negatif sangat kuat terhadap perdagangan
- Abundant factor: faktor produksi yang melimpah di suatu negara
- Scarce factor: faktor produksi yang langka di suatu negara
- L-intensive: produksi yang padat karya (labor intensive)
- K-intensive: produksi yang padat modal (capital intensive)
- Terms of trade: rasio harga ekspor terhadap harga impor (PX/PY)
- Dirty products: produk industri yang menghasilkan polusi tinggi (semen, metal, PNM)