🚖

Kebangkitan Bluebird di Era Disrupsi

Sep 20, 2024

Catatan Kuliah: Kebangkitan Bluebird di Era Disrupsi dan Pandemi

Pendahuluan

  • Tahun 2016: Bluebird menghadapi persaingan dari transportasi online (Uber, Gojek, Grab).
  • Pandemi COVID-19 memperburuk kondisi bisnis transportasi.
  • Bluebird berhasil bangkit dengan laba meningkat 161% di kuartal pertama 2023.

Sejarah Awal Bluebird

  • Didirikan oleh Joko Sutono, seorang ahli hukum, dan istrinya Mutiara.
  • Mutiara membeli BMO dari Departemen Perindustrian pada tahun 1962.
  • Dikenal dengan taksi biru mulai 1 Mei 1972.
  • Pertumbuhan armada: 60 unit (1971), 500 unit (1978), 2000 unit (1985).

Tantangan yang Dihadapi

  • Persaingan dari taksi online menyebabkan penurunan pendapatan 30% pada tahun 2018.
  • Pandemi COVID-19 mengurangi layanan dan pendapatan hingga 60% pada tahun 2020.

Strategi Kebangkitan Bluebird

  1. Kolaborasi dengan Pesaing

    • Kerjasama dengan Gojek untuk memanfaatkan platform digital.
    • Meningkatkan pemesanan taksi Bluebird melalui aplikasi Gojek.
  2. Fokus pada Pelayanan Pengemudi

    • Program Pasti Segar untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengemudi.
    • Pelatihan berkendara aman dan ramah kepada pelanggan.
  3. Pendekatan Engage Everybody

    • Strategi multi-channel, multi-payment, dan multi-product melalui aplikasi MyBluebird.
    • Diversifikasi bisnis dengan layanan logistik (Bluebird Kirim).
  4. Viral Marketing

    • Direktur Utama menyamar sebagai supir taksi untuk memahami tantangan pengemudi.
  5. Transformasi Armada

    • Implementasi kendaraan ramah lingkungan, termasuk 60 unit mobil listrik.
    • Target pengurangan emisi karbon 50% pada tahun 2030.

Pelajaran dari Kisah Bluebird

  1. Kolaborasi di Era Disrupsi

    • Mengadaptasi kerjasama dengan Gojek untuk memperluas jangkauan pasar.
  2. Nilai Inti dan Kualitas Layanan

    • Mempertahankan standar tinggi dalam kualitas layanan, keamanan, dan kebersihan.
  3. Fleksibilitas dan Ketahanan

    • Kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan preferensi pelanggan.

Kesimpulan

  • Bluebird menunjukkan kekuatan dalam menghadapi disrupsi dan pandemi melalui inovasi dan kolaborasi.
  • Pentingnya pemahaman tentang kebutuhan pelanggan dan fleksibilitas dalam strategi bisnis.