📈

Surat Berharga dan Pengaturannya

Aug 6, 2024

Bab 4: Surat Berharga

Definisi Dasar dan Pengaturan

  • Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, obligasi, sekuritas kredit atau derivatifnya, atau kepentingan lain yang diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang.
  • Surat berharga yang dapat dimiliki oleh bank mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan serta peraturan perundang-undangan.
  • Contoh surat berharga: surat utang negara, sertifikat Bank Indonesia, efek beragun aset (EBA), negosiasi wesel ekspor, credit link notes, dan reksa dana.

Pengukuran Aset Keuangan

  • Aset keuangan yang menghasilkan arus kas dari pembayaran pokok dan bunga serta dikelola untuk arus kas kontraktual diukur melalui biaya perolehan diamortisasi.
  • Aset keuangan yang dikelola untuk arus kas kontraktual dan penjualan diukur melalui nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya.
  • Jika aset menghasilkan arus kas lainnya dan dikelola untuk arus kas kontraktual, diukur melalui nilai wajar melalui laba rugi.

Klasifikasi dan Pengukuran Surat Berharga

  1. Biaya Perolehan Diamortisasi: Untuk aset keuangan yang dikelola untuk menghasilkan arus kas kontraktual.
  2. Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif: Untuk aset keuangan yang dikelola untuk kontraktual dan penjualan.
  3. Nilai Wajar Melalui Laba Rugi: Untuk aset yang menghasilkan arus kas lainnya atau dikelola untuk keuntungan jangka pendek.

Pengungkapan Surat Berharga

  • Kualitatif: Tujuan, kebijakan, proses pengelolaan, metode pengukuran risiko, dan perubahan dari periode sebelumnya.
  • Kuantitatif: Analisis surat berharga berdasarkan spesifikasi ekonomi yang mencakup jumlah eksposur risiko beserta agunannya.

Contoh Kasus

  • Biaya Perolehan Diamortisasi: Pada 1 Juni 2021, Bank XYZ membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar, kupon bunga 8%, dan effective interest rate 7.89%. Penjurnalan dilakukan untuk komitmen pembelian, pembayaran fee, pengakuan bunga dan amortisasi diskon, serta transaksi pada saat jatuh tempo.
  • Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif: Pada 6 Juli 2021, Bank XYZ membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar dan menjualnya pada 4 Agustus 2021 dengan amortisasi diskon. Penjurnalan melibatkan komitmen pembelian, fee, pengakuan bunga dan amortisasi diskon, penyesuaian nilai wajar, serta penjualan.
  • Nilai Wajar Melalui Laba Rugi: Pada 1 Juni 2021, Bank XYZ membeli obligasi pemerintah dengan nilai nominal Rp1 miliar dan menjualnya pada 29 Juni 2021. Penjurnalan melibatkan komitmen pembelian, fee, pengakuan bunga, dan penjualan.

Surat Berharga Dijual dengan Janji Dibeli Kembali (Repo)

  • Repo: Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali. Diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui laba rugi, dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
  • Liabilitas Repo: Liabilitas keuangan dari kontrak penjualan repo, bisa diklasifikasikan sebagai biaya perolehan atau nilai wajar melalui laba rugi.
  • Contoh Kasus Repo: Penjualan surat berharga dengan janji dibeli kembali antara Bank A dan Bank B sebesar Rp1 miliar dengan jangka waktu 45 hari dan tingkat bunga 8%. Penjurnalan dilakukan untuk fee, penjualan dan pembelian kembali, pengakuan bunga, dan jatuh tempo.

Reksa Dana

  • Definisi: Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
  • Jenis Reksa Dana: Target waktu, pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.
  • Klasifikasi Investasi: Biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif, dan nilai wajar melalui laba rugi.
  • Contoh Kasus Reksa Dana: Pada 1 Januari 2020, Bank XYZ membeli unit reksa dana saham dengan nilai NAB Rp1200 dan menjualnya pada 9 Februari 2020 dengan nilai NAB Rp1230. Penjurnalan melibatkan pengukuran awal, mark to market, dan penghentian pengakuan.

Efek Beragun Aset (EBA)

  • Definisi: Instrumen keuangan yang pembayarannya berasal dari aliran kas underlying asset.
  • Klasifikasi EBA: Biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif, dan nilai wajar melalui laba rugi.
  • Contoh Kasus EBA: Pada 1 Januari 2020, Bank XYZ membeli EBA kelas senior dengan nominal Rp10 miliar yang memberikan imbal hasil 12% per tahun. Penjurnalan melibatkan pengukuran awal, pengakuan imbal hasil, amortisasi biaya transaksi, dan penurunan serta pemulihan nilai.