⚖️

Revisi Undang-Undang Minerba: Kontroversi dan Dampak

Feb 27, 2025

Catatan Kuliah: Revisi Undang-Undang Minerba

Pendahuluan

  • Ketua Umum Golkar, Bahlil Adalia, bertemu Prabowo di Hambalang, membahas revisi Undang-Undang Minerba.
  • Pembahasan diwarnai kejanggalan, termasuk ketidaksiapan naskah akademik dan kurangnya partisipasi publik.

Kelemahan dalam Proses Pembahasan

  • Revisi Undang-Undang Minerba dilakukan mendadak dan tanpa partisipasi publik.
  • Undangan untuk Ormas dan kampus dianggap sekedar formalitas.
  • Ada kecenderungan membungkam kritik dari mahasiswa dan kampus.

Motif Pemberian IUP untuk Kampus

  • Pemberian IUP untuk kampus diduga untuk meredam kritik dari mahasiswa terhadap pemerintah.
  • Mengaitkan izin usaha pertambangan dengan pembiayaan pendidikan agar biaya kuliah turun.

Proses Revisi di DPR

  • Revisi dilakukan di tengah reses, tanpa klarifikasi mendalam kepada anggota DPR.
  • Beberapa anggota DPR menentang proses cepat dan mendesak ini.
  • Golkar dan Gerindra menjadi pendorong utama revisi.

Pandangan dari Partai dan Anggota Dewan

  • PDIP menolak revisi Undang-Undang Minerba karena tidak ada partisipasi publik dan naskah akademik.
  • Terdapat ketidakpastian mengenai urgensi dan manfaat revisi ini, terutama bagi kampus.

Kontroversi di Kalangan Kampus

  • Beberapa kampus mendukung izin usaha pertambangan, sementara yang lain menolak.
  • Ada kekhawatiran bahwa kampus tidak memiliki kapasitas untuk mengelola tambang dan akan menjual IUP ke pihak swasta.

Kesimpulan

  • Revisi Undang-Undang Minerba menunjukkan adanya banyak kejanggalan dan potensi untuk merugikan lingkungan dan masyarakat.
  • Perlu adanya evaluasi ulang tentang peran kampus dalam pengelolaan sumber daya alam.