🌱

Kebijakan Pembangunan Sektor Perkebunan

Mar 2, 2025

Catatan Kuliah: Kebijakan Pembangunan Sektor Perkebunan

Pembukaan

  • Tanggal dan acara: Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian, Volume 8, 28 Februari 2025.
  • Tema: Kebijakan pembangunan sektor perkebunan, tantangan, dan peluang bagi penyuluh pertanian.
  • Pembawa acara: Siva, dan penyuluh pertanian pusat, Ibu Inang Sariati.
  • Narasumber: Ibu Agnez, Ketua Kelompok Substansi Perencanaan.

Kata Pengantar oleh Ibu Inang

  • Pentingnya sektor perkebunan dalam perekonomian nasional:
    • Sumber devisa.
    • Penyedia lapangan kerja.
    • Penunjang ketahanan pangan dan energi.
  • Tantangan yang dihadapi:
    • Perubahan iklim.
    • Regenerasi pertani.
    • Akses pasar.
    • Penerapan teknologi.
  • Peran penyuluh:
    • Meningkatkan kompetensi dan inovasi.
    • Memberikan pendampingan efektif kepada petani.

Materi oleh Ibu Agnez

Peranan Sektor Perkebunan

  • Sektor perkebunan memberikan kontribusi besar terhadap ekspor.
  • Luas area perkebunan: 29 juta hektare, menyerap 20 juta tenaga kerja.
  • Fokus utama dalam RPJMN 2025-2029:
    • Peningkatan produksi pangan.
    • Mengurangi nilai impor pangan.
    • Pertumbuhan PDB.

Program Prioritas

  • Suasembada Pangan:
    • Dukungan terhadap swasembada gula konsumsi
      • Kerjasama dengan PTPN dan dukungan untuk petani milenial.
  • Integrasi Tanaman Perkebunan:
    • Program Padi Gogo untuk meningkatkan produksi padi di lahan kering.
  • Dukungan untuk Jagung dan Sagu:
    • Mencari CPCL untuk jagung dan mempromosikan sagu sebagai alternatif pangan.

Hilirisasi dan Ekspor

  • Fokus pada peningkatan ekspor produk perkebunan.
  • Target menjaga produksi agar tetap stabil meskipun ada tantangan.

Pembiayaan dan Kerjasama

  • Memaksimalkan CSR dan kemitraan dengan berbagai stakeholder.
  • Menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada petani.

Diskusi dan Tanya Jawab

Pertanyaan dari Peserta

  1. Bibit Unggul: Masalah pengadaan bibit berkualitas untuk petani.
    • Usulan untuk meningkatkan kualitas bibit yang diberikan.
  2. Produksi Sagu: Potensi produksi sagu yang belum maksimal di Sulawesi Selatan.
    • Dukungan untuk pengembangan dan pembiayaan sagu.
  3. Kakao: Permasalahan kualitas bibit kakao yang kurang baik.
    • Evaluasi pengadaan dan upaya perbaikan.
  4. Kopi dan Hama: Serangan hama pada tanaman kopi dan dukungan dalam penanganan pasca panen.
    • Menyediakan alat dan pelatihan untuk petani.

Penutup

  • Komitmen untuk terus memperbaiki dan mendukung sektor perkebunan.
  • Pentingnya kerjasama antara penyuluh, petani, dan pemerintah.
  • Selamat menjalankan ibadah puasa dan terima kasih atas partisipasi.