Transcript for:
Konsep dan Penghitungan Vektor

Sekarang kita membahas Vektor, kalau di buku Saku Findo, ini berada di bab 3 Anak-anak Kalau bahasan-bahasan sebelumnya Bahas besaran, itu kan Kita bisa mengenal ada Besaran pokok Kok ada besaran turunan? Itu dilihat dari satuannya. Tapi kalau kita tinjau, kita lihat dari arah besaran itu, maka ada dua lagi, yakni besaran vektor dan besaran skalar. Dilihat di papan. Besaran vektor dan besaran skalar. Ini berdasarkan arahnya. Karena faktanya, besaran-besaran fisika itu ada yang punya arah. Marah Anda yang Anda. Nah, besaran vektor itu jadinya dia mempunyai besar, punya harga, punya nilai, dan sekaligus dia punya arah. Contoh, kecepatan. Kalau misalkan seseorang naik motor dengan kecepatan 10 meter per sekolah, pasti ada arahnya. Arahnya ke timur, arahnya ke barat, arahnya ke kanan, arahnya ke kiri, dan sebagainya. Jadi, ada arahnya, ada perbedaan. besarnya 10 meter per sekon kemudian arahnya ke timur, nah berarti ada arahnya, itu adalah besaran vektor, nah yang kedua adalah besaran skalar, besaran skalar itu hanya mempunyai besar saja, tapi tidak punya arah Contoh, di sini masa. Masa itu beda dengan berat. Kalau masa kali gravitasi jadinya berat, ada arah. Arahnya adalah ke bumi. Karena percepatan gravitasi arahnya ke bumi. Tapi kalau masa saja, Itu tidak punya arah Karena memang tidak terpengaruh Oleh yang lain kalau bahasanya masa Kemudian waktu Waktu itu Berapa menit Seseorang atau amir Berjalan dari Dari titik A sampai titik B memakan waktu 10 menit. Nah itu tidak ada arahnya. Karena waktunya yang dibahas adalah tidak ada arah. Itu adalah besaran skalar. Laju. Bedanya langsung sama kecepatan. Kalau kecepatan itu real. Motor bergerak ke kanan dengan kecepatannya sekian. Itu melihatnya adalah pada bahasan di motornya. Tapi laju itu yang dilihat adalah di speedo. Speedo meternya. sepeda mantra itu tanpa ada arahnya, oke kalau sudah paham bahwa besaran ada besaran vektor, besaran skalar sekarang kita bahas masalah vektor sendiri, karena tadi vektor itu adalah ada nilai atau besar dan ada arah maka penggambaran vektor atau lambang vektor itu digambarkan seperti ini anak panah begini ya, red begini Misalkan O A. Kita buat saja vektor O A. Bisa juga misalkan nanti kalau di sini dikasih F berarti vektor kaya. V vektor kecepatan. Jadi begitu ya. Nah kalau misalkan di sini O A. misalkan, vektor OA maka ada beberapa poin yang perlu kita lihat pertama adalah dari O sampai A ini adalah besarnya vektor kalau ini panjangnya sekian misalkan ada 2 20 cm, ya berarti besarnya 20 cm adalah nilainya tapi kemudian yang di A ini, yang di ujung ya di ujung vektor, ini merupakan arah dari vektor ini arah ini besar, ujungnya merupakan arah, pangkalnya yang bukan nah, sekarang di dalam bahasan vektor itu nanti akan ada penjumplahan dan pengurangan dulu ada Penjumlahan vektor, pengurangan vektor. Saya akan jelaskan dengan cara jajaran genjang yang pertama. Contoh misalkan, ada dua buah vektor. Sini saya berikan notasi F, karena memang vektor tadi salah satu contohnya adalah gaya. F1 maksudnya vektor 1, vektor gaya 1. F2 Vector gaya 2 Nah kalau vector itu Kalau ini arahnya ke atas Gak boleh dirubah Harus ke atas Ini arahnya adalah ke kanan Gak boleh dirubah Harus arahnya ke kanan Nah bagaimana kita menjumlahkan keduanya ini Misalkan begini Ada soal itu R itu resultant biasanya ya R sama dengan F1 R plus F2 nah, misalkan gini ya ah, vektor dituliskan dan fret diatasnya nah, ini, tapi gak ditulis gak apa-apa ini kalau bahasan ini sudah kadang ditulis, kadang enggak tanda saja nah, ini resultant resultant itu resultant itu perpaduan kedua, kedua vektor Nah, secara gambar caranya, ini kita pindahkan persis dengan arahnya dan besarnya. Nanti kalau anak-anak nulis pakai penggaris diukur berapa besarnya, pindah sini. Yang ini, ini juga cuma gini, pangkalnya, tadi pangkal bawah ya, pangkalnya harus berpadu. Itu cara jajaran ginjal. Karena ini boleh digeser kemana-mana, asalkan arahnya boleh, sama. Ini dipindah ke atas boleh, pindah ke bawah boleh. biar pangkal sama pangkal nempel, itu kalau cara jajaran kencang nah, saya tuliskan disini saya gambarkan disini ini adalah F2 nya misalkan ini F2 yang ini tadi F1 F1 Nah sekarang caranya adalah kita pindahkan F2 dengan titik-titik ke ujung F1. Nah ini pertolongan saja. Begini. Besarnya sama persis. Strat begini ya. Dari sini ke sini. Nanti kalau gambar pakai penggaris ya biar lurus. Ya panang di sini tidak pakai penggaris ya. Tidak pakai lurus ya. Nah ini juga harusnya lurus ya. Nah begini. kemudian yang putih ini dipindah ke sini tapi titik-titik garis putus-putus pertolongan nah begini, dari ujung pertemuan pangkal, maaf ya, dari pertemuan pangkal sampai pertemuan ujung yang titik-titik tadi ini yang merupakan resultannya, nah kesana, set Ini adalah R Nah, dari gambar Itu kelihatan bahwa Modalnya kayak jajaran genjang Tergantung nanti berapa F nya Terus sudutnya berapa Itu kan saya buat 9 kalau misalkan 60 ya bisa persis jajaran ginjang nah sekarang yang penting ini ada F1, F2 nah disini diantaranya ini adalah ada alfa sudut yang diapet oleh kedua vektor itu nanti Soalnya biasanya ada F1 sekian F2 sekian mengapai sudut sekian Berapa resultannya Jadi yang dibutuhkan F1 F2 dan alfa Itu kalau secara gambar Sekarang bagaimana Kalau perhitungan pakai rumus Perhitungan pakai rumus Begini Besarnya resultan Itu dirumuskan Akar dari F1 Kuadrat Oke ditambah F2 kuadrat, ditambah 2 F1 F2, kemudian cos alfa. Nah, begini ya. Jadi, ini adalah menentukan resultanya menggunakan matematika ya. Jadi, kalau diketahui F1 sekitar, sekian F2 sekian maupun judul sekian maka mencari resultant penjumlahannya adalah F1 kuadrat plus F2 kuadrat plus 2 F1 F2 cos Alpha itu mencari besarnya seperti ini arahnya ya lihat gambar ya nanti bisa pakai berikutnya nanti ada cara menentukan arahnya gunakan sin dan aturan sin ya mungkin itu ya itu awal ya ini penjumplahan dua buah vektor secara jajaran genjang Nah kalau tadi adalah F1 ditambah F2 rumusnya yang tadi Sekarang bagaimana kalau misalkan ada soal bukan penjumlahan tapi pengurangan Misalkan ya Kalau disini misalkan yang diminta adalah R sama dengan F1 dikurangi F2 Nah misalkan begini Cuma yang sering Soal itu adalah penjumlahan Nah kalau pengurangan sebenarnya Pengurangan ini adalah Sama saja dengan R F1 kemudian ditambah min F2 Jadi aslinya begitu F1 ditambah min F2 Nah sehingga kalau kita kita tuliskan rumus besarnya adalah R mencari besarnya akar dari sama jadi F1 kuadrat tadi maka F1 kuadrat sama min F2 dikuadratkan itu jadi plus Min kali min plus. Jadi plus F2 kuadrat. Kemudian. Kan ini menggunakan normos ABC itu sebenarnya ya. Jadi di matematika itu ya. Kemudian 2F1F2. Nah cuma aslinya kan gini Ditambah 2 F1 F2 F2 nya min Sehingga akhirnya disini jadi min 2 F1 F2 kemudian Cos alpha Jadi kalau Diminta adalah Pengurangan tapi jarang Hanya bedanya Di tengahnya Pakai min Gitu aja ini adalah cara jajaran kencang yang berikutnya yang kedua mungkin dua aja untuk video kali ini cara poligon adalah cara poligon poligon ini penggambarannya saja contoh soal yang tadi ya kalau tadi misalkan begini nah ini adalah F1 Ini Vector 1, kemudian ada Vector 2, ini adalah F2. Nah, kalau tadi pada jajaran genjang, itu adalah pangkal dengan pangkal bertemu, tapi kalau poligon, enggak. Jadi, ini adalah F1 yang ditulis dulu. Ini F1. Nah, F2-nya, pangkal dari F2 ditaruh di ujung F1. Nah, jadi ditaruh di ujung F1, begini. Nah, ini adalah F2. Ini bisa mengatasi 3 pun bisa. Misalkan ya, ditambah lagi misalkan F2, kemudian ada begini. Nah, misalkan begini. ini F3 misalkan begini nah, kalau tadi yang kita cari adalah resultant sama dengan di mana ya, di sini aja adalah F1 plus F2 plus F3 nah, kita begini ya ini benda Nah, begini. Ini F2. Nah, F3-nya digambar pangkal F3 disambungkan ke ujung F2. Maka akhirnya dengan sudut yang sama, dengan arah yang sama. Nah, begini misalkan. kalau gambar harus pakai penggaris begini jadi seret begini nah kan bentuknya kayak segi banyak poligon nah mana resultanya? resultanya dari pangkal awal sampai ujung akhir nah ini adalah resulta Hai itu cuma rumusnya tidak ada rumusnya jadi cukup gambar saja kalau ingin dipakai di penggaris saja berapa besarnya dan itu hasilnya akan sama dengan jajaran ginjang kalau dua kalau tiga yang enggak ya harus pakai poligon terus airnya ini diukur aja berapa lebih biasanya memang kalau soal menghitung itu biasanya jajaran ginjang nanti yang berikutnya pakai yang analitis, kalau lebih dari 2 kalau ngitung, sekarang belum nah, sekarang ini adalah teorinya sekarang biar kita bisa memahami lebih lanjut saya tunjukkan satu soal saja di buku Saku V Bindo ya sukunya ini sudah tahu semuanya saya ambil halaman 64 disitu ada soal uji presentasi mandiri 3.1 Oh yang ini ada dulu halaman 63 ya yang soal latihan 3.2 dulu ini ya, jadi halaman berapa tadi? 63 soal latihan 3.2 pada soal itu saya bacakan ya Vektor A besarnya 12 N dan Vektor B besarnya 10 N. Jika kedua vektor menghabis sudut 60 derajat, hitunglah selisih kedua vektor tersebut. Kata-kata selisih berarti pengurang. pake ini ya selisih nah caranya tadi diketahui dulu ya diketahui ada vektor A ada vektor A itu besarnya adalah berapa tadi? vektor A besarnya 12 12 Newton kemudian vektor B Besarnya adalah 8 Newton. Kemudian mengapik sudut 60 derajat. Bukan 8, maaf. 10. 10 Newton. Mengapik sudut 60 derajat. Nah, berapa yang ditanyakan adalah resultant, tapi selisih. Nah, selisih. Kalau lihat seperti ini, jawab. kita gunakan termos yang itu bahwa R resultant dari seri C akar dari F 1 kuadrat plus F 2 kuadrat kemudian min min Min 2 F1 F2 cos alfa Jadi akar dari F1 nya adalah Oh ini A ya Ini F ya, biar tidak usah mengubah Ini saya pakai aja F1 ya Nah ini adalah F2 Sama aja Nah jadinya adalah 12 kuadrat Ditambah dengan 10 kuadrat Min 2 Dikalikan 12 Dikalikan 10 Dikalikan cos 60 12 kuadrat 12 x 12 Itu sama dengan 144 144 Terus 10 kuadrat 100 Dikurangi 2 Dikalikan 12 12 x 10, 120 kemudian cos 60 adalah setengah Hai dicorek dua sama setengah habis sehingga hasilnya adalah akar dari selama ditambah 100 adalah 244 dikurangi 120 jadi hasilnya adalah Hai berapa 200 dikurangi 100 ya 100 44 dikurangi 2024 jadi akar 124 karena angkanya enggak bagus ya biarin aja jadi tidak usah di hasilnya berapa kalau ada akulator bisa dihitung berapa akar 124 ya sampai sini enggak papa hai hai Nah, anak-anak, sekarang saya berikan satu lagi contoh soal biar lebih paham pada halaman 63 dilihat disitu ada UPM 3T1 tapi yang saya ambil soal nomor 3 2 buah vektor F1 3 N, F2 4 N berada pada satu titik tangkap tentukan kemungkinan A nilai resultant terkecil B nilai resultant terbesar jadi kalau diketahui F1 nomor 2 ya diketahui F1 nya adalah 3 N F1 F2 nya adalah 4 N Nah, yang ditanyakan adalah Resultan Resultan terkecil atau minimum Dan resultan maksimum atau terbesar Nah kalau menentukan seperti ini lihat ilustrasi ada ini dua buah benda spidol dan bulpen ya ini kalau kalau ini dua buah Victor maka kalau kita jumlahkan atau di pengurangkan yang hasilnya paling besar itu kan kalau kondisinya spidol ditambah bulpen ini paling besar kemudian yang paling kecil kalau kemudian sepidal dikurangi dikurangi dari jadi begini nah jadi jadi kalau tadi setitik tangkap itu paling besar atau R maksimal R maksimum itu kalau begini digambarkan adalah misalkan ya ini adalah F1 terus disambung ini adalah F2 ini 3, ini 4 Jadi resultanya dari awal sampai akhir Nah, setelah ini adalah resultanya Itu yang paling maksimum Sehingga kelihatan di sini 3, 4, 7 Nah, apakah kemudian itu bisa kita hitung pakai seperti yang tadi? Kalau kita lihat, ini sudutnya kalau searah begini, sudutnya adalah 0. Jadi kan ini searah. arah, itu berarti sudutnya adalah 0, nah kalau misalkan menggunakan tadi kita bisa hitung kita buktikan apa benar-benar 7 jadi R sama dengan akar dari dari F1 kuadrat plus F2 kuadrat kemudian plus 2 F1 F2 kemudian cos alpha F1 kuadrat adalah F1 nya berapa? 3, 9 ya ditambah F2 kuadrat 4 kuadrat, 16 ditambah 2 F1 adalah 3 F2 adalah 4. Kemudian saya katakan tadi, kalau seperti ini, itu adalah, alfanya adalah 0. Jadi, R maksimum terjadi pada saat alfa sama dengan 0. Karena dia salah. Ini kemudian, kos 0. Di matematika, kos 0 itu sama dengan 1. Cos 0 sama dengan 1 Nah hasilnya adalah Akar dari 9 tambah 16 adalah 25 Ditambah 2 dikalikan 3 kali 4 ini 12 Dikalikan 2, 24 Jadi, hasilnya akar dari 49. Akar 49 sama dengan 7. Terbukti ya. Itu kalau maksimum. Sekarang bagaimana kalau minimum? Yang B, R minimum. Minimum itu terjadi. Kalau alfanya, ya caranya begini, tadi kan dikurangkan. Kalau saya gambarkan begini. Oh, di sini ya, tempatnya nggak ada. Di sini aja. Nah. Kalau digambarkan adalah R minimum, maka yang 4 dulu, yang 4 dulu, nah ini adalah F2. F2, kemudian F1-nya adalah D. Sambung tapi arahnya ke sini Nah pengurangan Nah begini Ini adalah F1 Nah begini Nah kalau kita lihat seperti ini Satunya ke sana Kanan Satunya ke kiri Sudutnya adalah 180 Jadi Ini alfanya Minimum itu terjadi pada saat Alpha sama dengan 180 nah kalau kita lihat ini adalah 4 ini adalah 3 langsung R minimumnya R minimumnya itu sama dengan 1 Newton Nanti bisa dibuktikan sendiri Ini anak-anak di rumah Caranya Masukkan seperti ini F1 plus F2 kuadrat F1 kuadrat F2 kuadrat Plus 2 F1 F2 Kos 180 Nah Kos 180 Itu Adalah Min 1 Nanti ya dicoba sendiri Min 1 Akhirnya gitu ya Kalau ini min 1 Maka kan akhirnya 25 Min kali plus jadi min Min 24 Sambil yang 1 Akar 1 1 Itu adalah cara mencari resultant minimum. Jadi, saya ulangi lagi, bahwa mencari R atau resultant maksimum itu kalau sudutnya pakai protein, pakai 0. Caranya seperti ini. ini atau di jumlah begitu saja kemudian kalau mencari resultant minimum adalah resultant alfanya adalah 180 atau dikurangi begitu saja Demikian anak-anak, mungkin video kali ini cukup. Jangan lupa melihat video-video yang lain sehingga lebih paham fisika. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih.