Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam sebat mahasiswa kita bertemu kembali di seri pembelajaran akutansi keuangan menengah dan kali ini kita akan lanjutkan materi yang ada di bab 17 tentang Dan beberapa istilah yang ada di dalam materi ini sudah disesuaikan dengan istilah-istilah yang ada di PSAK, khususnya PSAK yang terkait. Di antaranya PSAK 71, PSAK 60, dan PSAK 50. Baik, di bagian kedua dari chapter ini kita akan membahas dua materi utama. Yang pertama adalah menjelaskan mengenai metode ekuitas yang dipakai pada akutansi untuk investasi ekuitas. Kemudian yang kedua adalah memahami beberapa isu yang terkait dengan investasi utang maupun investasi dalam bentuk ekuitas. Baik kita masuk ke materi yang pertama yaitu tentang investasi ekuitas.
Jadi kalau di bagian yang pertama dari chapter 17 ini kita sudah membahas materi tentang investasi utang, maka di materi ini kita membahas khusus tentang investasi ekuitas. khususnya adalah bagaimana perlakuan akutansi atas investasi dalam bentuk ekuitas. Sebagai mana yang sudah disampaikan pada bagian pertama bahwa untuk investasi ekuitas, akutansi berbeda. memandang besaran ekuitas yang dimiliki dalam bentuk investasi tadi dalam bentuk persentase-persentase. Nah khusus untuk persentase kepemilikan saham perusahaan lain yang besarannya antara 20 sampai dengan 50 persen, maka dipandang perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan.
Jadi kalau masih ingat disana ada levels of significance atau derajat. ke pengaruhan, maka untuk 20-50% ini dipandang memiliki pengaruh yang signifikan, namun belum sampai pada level pengendalian atau kendali atau kontrol. Dikatakan bahwa suatu investasi, baik yang dilakukan langsung maupun tidak langsung, sebesar 20% atau lebih dalam bentuk saham dengan hak suara, maksudnya adalah saham biasa, harus didasarkan pada anggapan bahwa dengan tidak adanya bukti sebaliknya, ya ada bukti. bukti-bukti tertentu, maka investor dipandang memiliki kemampuan untuk melakukan pengaruh signifikan terhadap perusahaan investing.
Pada kondisi pengaruh yang signifikan ini, maka investor harus memperlakukan investasinya dengan menggunakan metode ekuitas atau equity method. Apa metode lain yang dapat dilakukan untuk mencatat investasi ekuitas? Metode yang lain adalah metode fair value, sebagaimana yang sudah dibahas pada bagian yang... yang pertama untuk metode ketasi ini pada prinsipnya adalah mencatat investasi dengan menggunakan harga perolehan atau costnya dan selanjutnya dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap jumlah investasi di tiap periodenya yang akan disesuaikan sesuai dengan perubahan aset bersih dari investi. Ingat, ini adalah metode ekuitas.
Metode ini akan Anda pelajari kembali pada saat membahas materi tentang akutansi keuangan. lanjutan khususnya materi tentang konsolidasian. Jadi metode ekuitas ini memang akan memperhatikan kondisi perubahan aset bersih yang ada di investi. Jumlah kepemilikan investor terhadap earnings atau losses, jadi terhadap net income atau net loss yang terjadi pada investi akan meningkatkan atau menurunkan sesuai dengan nilai tercatat investi tersebut.
Maksudnya bagaimana? Nanti kita lihat. jurnalnya seperti apa Selain itu ketika ada penerimaan dividen dari investi maka hal ini akan menurunkan nilai tercatat investi.
Sekali lagi ini berlaku hanya pada metode ekuitas tidak berlaku pada metode fair value atau dengan metode cost and fair value. Apabila bagian kepemilikan investor terhadap kerugian investi melebihi nilai tercatat investasinya jadi carrying value dari investasinya maka biasanya investor tidak akan melakukan penerimaan. melanjutkan penggunaan metode ekuitasi ini dan tidak juga mengakui adanya tambahan dan kerugian, ini kondisi khusus ya.
Nah mari kita lihat jurnalnya, jadi untuk membedakan antara dua metode, yaitu metode fair value dan metode equity. Ini adalah contoh yang ada pada perusahaan Maxi. Yang pertama, pada tanggal 2 Januari 2019, Maxi Company memperoleh 48.000 lembar atau setara dengan 20% atas saham mini company. Ini saham biasa.
biasa mini company yang cost-nya adalah 10 dolar per lembar. Nah kalau kita menggunakan, baik kita menggunakan Fairfax Limited maupun Equity Limited, Anda lihat untuk jurnal pencatatan pertama kalinya tidak berbeda. Jadi kita mencatat investment atau lebih lengkapnya adalah equity investment dan mengkredit cash kalau memang kita bayar secara tunai atas pembelian saham ini.
Dan Anda bisa lihat menggunakan metode equity pun jurnalnya tidak berbeda. Nah perbedaan akan tampak pada transaksi-transaksi terkait di masa berikutnya, di periode berikutnya. Sebagai contoh, pada tahun 2019 atau selama tahun 2019, mini company melaporkan net income.
Anda bisa lihat ya, mini company ini adalah investee, perusahaan yang menerbitkan saham, yang sahamnya dibeli oleh... Maxi, melaporkan net income sebesar 200 ribu dan kemudian tadi sudah disampaikan bahwa Maxi itu memiliki kepemilikan 20% atau nilainya setara dengan 40 ribu nah, kalau kita menggunakan fair value method, maka tidak ada jurnal yang perlu dibuat oleh perusahaan Maxi sebagai investor itu kalau kita gunakan fair value method nah, kalau kita menggunakan equity method, maka Maksi akan mencatat pelaporan net income yang disampaikan oleh mini company tadi dengan mendebit equity investment atau investment in equity kemudian mengkredit investment income sebesar nilai yang dilaporkan. Jadi 20 persen, maaf nilai yang dilaporkan net income-nya tadi kan 200 ribu. Kemudian karena Maksi hanya memiliki 20 persen. ke pemilikan saham mini company, maka tambahan equity investment yang dicatat oleh Maxi adalah sebesar 20% dikali 200 ribu.
Atau tadi setara dengan 40 ribu. Jadi dengan mendebit investment, equity investment lengkapnya, dan mengkredit investment income. Atau ada juga yang menyebutnya dengan investment revenue.
Ini satu perbedaan. atau perbedaan yang pertama antara penggunaan fair value dengan equity method. Nah kemudian berikutnya adalah pada tanggal 31 Desember 2019, pada akhir tahun 2019, mini company dari 48 ribu saham tadi memiliki fair value atau market price atau harga pasar sebesar 12 per lembar atau sebesar 5.76 ribu. Nah... untuk penggunaan equity method Anda lihat tidak ada jurnal yang dibuat.
Mengapa? Ya karena memang penggunaan equity method tidak memperhatikan berapapun fair value yang ada di akhir tahun. Namun demikian, sebagaimana yang sudah dibahas di bagian pertama, kalau Anda menggunakan fair value method, maka setiap Anda ingin melakukan pelaporan akutansi atau menyusun laporan keuangan, biasanya disebut dengan tanggal pelaporan. Di sini di asumsikan tanggal pelaporan. pelaporannya adalah 31 Desember maka perlu dilakukan penyesuaian atas nilai fair value per tanggal pelaporan tadi apakah terjadi penurunan ataukah terjadi kenaikan ini sudah dibahas di chapter atau di bagian pertama dari bab 17 ini maka karena disini terjadi kenaikan kenaikan harga dari 10 menjadi 12 maka disini Anda bisa bisa lihat, mendebit fair value adjustment, dan kemudian mengkredit unrealized holding gain or losses, di mana kalau Anda menggunakan fair value method, maka unrealized holding gain and losses-nya ini akan dicatat sebagai income atau bagian dari laporan laba rugi.
Ini tidak saya kupas lagi, silakan untuk menguasainya, Anda bisa cek kembali di bagian yang Pertama, bab 17 bagian yang pertama. Nah kemudian yang berikutnya, jadi ini perbedaan yang kedua ya, perbedaan kedua. Jadi untuk fair value ada penyesuaian, untuk equity method tidak ada penyesuaian.
Nah kemudian yang ketiga pada tanggal 28... Januari 2020, tahun berikutnya, mini company mengumumkan, announced and paid a cash dividend, mengumumkan dan membayar cash dividend sebesar 100 ribu. Dan Maxi Company tentu saja... tentu saja akan menerima dividen tadi sebesar 20%-nya atau setara dengan Rp20.000. Nah Anda bisa lihat, di sini pun terlihat perbedaan pelaporannya, pembuatan jurnalnya.
Kalau menggunakan fair-fail limited, perusahaan akan mendebit cash, namun kreditnya adalah dividen revenue. Sementara kalau menggunakan equimated, debitenya tentu saja cash, karena memang kita menerima cash dividen, namun kreditnya Anda perhatikan. artikan di sini adalah equity investment.
Jadi mengurangi saldo equity investment. Karena mengapa kalau disebut mengurangi? Karena Anda lihat di sini equity investment-nya diletakkan di sisi kredit.
Itu artinya mengurangi saldo akun equity investment. Nah ini perbedaan yang ketiga antara fair-fail limited dengan equity limited. Di mana pada saat menerima dividen perusahaan tidak... pada equity method ya perusahaan tidak mengakuinya sebagai revenue tetapi justru sebagai pengurang dari saldo investment berbeda dengan kalau menggunakan fair value jadi memang diakuinya sebagai revenue atau sebagai income jadi di beberapa literatur ada yang menyebutnya dengan dividend income ya silahkan saja ya itu yang ketiga kemudian yang keempat Selama tahun 2020, MINI melaporkan net loss, jadi melaporkan adanya rugi besi sebesar Rp50.000 dan maksi tentu saja juga nanti akan mengakui kerugian ini dengan mengurangi equity investmentnya sebesar 20% sesuai dengan persentase kepemilikannya atau setara dengan Rp10.000. Anda perhatikan untuk fair value weighted no juridik.
Jurnal entry, jadi tidak ada jurnal yang perlu dicatat, tetapi untuk equity method perusahaan dalam hal ini Maxi dia akan mencatat kerugian yang dilaporkan oleh Mini, oleh perusahaan Mini tadi juga berpengaruh terhadap saldo equity investment yang harus dilaporkan oleh Maxi. Jadi Maxi akan mengkredit equity investment sebagai penurunan akibat tadinya pelaporan net loss oleh Mini. Dan kemudian akun lawannya adalah mencatat investment loss sebesar 10 ribu.
Nah ini sebenarnya adalah kondisi yang berbalik ya kalau Anda perhatikan nomor 4 ini sebenarnya kondisi yang berbeda dengan kondisi yang nomor 1 tadi. Jadi Anda perhatikan kondisi nomor 1 tadi, ini di sini ya nomor 1 ketika mini melaporkan keuntungan akan menambah, kalau menggunakan equity method menambah equity investment, sebaliknya karena... Kalau Mini melaporkan rugian maka saldo equity investment yang dimiliki oleh Maxi pun harus dikurangi.
Jadi nomor 1 dan nomor 4 ini sama ya hanya kondisinya berbeda yaitu net income dan net loss yang dilaporkan oleh Mini. Dan kemudian di akhir tahun yang kelima pada akhir tahun 2020 Mini melaporkan kondisi fair value. dari saham yang dimiliknya jadi ini juga sama dengan nomor 2 disini jadi untuk equity method tidak ada jurnal yang perlu dilakukan namun demikian apabila Anda menggunakan fair value Anda harus melakukan penyesuaian dalam bentuk fair value adjustment nah untuk fair value adjustmentnya harap diperhatikan berapa saldo fair value adjustment di periode yang lalu jadi kalau Anda perhatikan disini penghitungan angkanya ini ya ini tidak saya bahas karena ini sudah kita bahas di bawah bagian 1. Jadi yang perlu Anda ingat adalah perhatikan saldo fair value adjustment periode yang lalu karena itu akan menentukan berapa besar nilai yang akan di debit dan di kredit untuk jurnal penyesuaian fair value tadi.
Itu gambaran tentang perbedaan penggunaan fair value method dan equity method dalam mencatat investasi dalam bentuk saham atau dalam bentuk ekuitas. Nah yang Berikutnya bagaimana kalau investasi sahamnya memiliki persentase lebih dari 50%? atau biasa disebut dengan memiliki kendali atau kontrol.
Kepentingan pengendali atau controlling interest pada saat suatu entitas memiliki hak suara lebih dari 50% terhadap entitas lain. Jadi perusahaan investor sebagai pihak yang memiliki saham investasi lebih dari 50% akan disebut sebagai pihak pengendali atau controlling interest. Lawan dari controlling interest adalah non-controlling interest. maka investor tadi disebut sebagai induk.
Nah, jadi kalau kepemilikannya di atas 50% atau memiliki kendali, maka investor akan disebut sebagai parent atau sebagai induk. Dan investi diperlakukan sebagai anak perusahaan atau subsidiary. Nah, mengenai hubungan antara parent dan subsidiary ini akan dibahas lebih lengkap di akutansi keuangan lanjutan. Investasi di anak perusahaan ini adalah sebuah perusahaan yang sangat bergantung. dilaporkan pada pembukaan induk sebagai investasi jangka panjang jadi tidak boleh dianggap atau diperlakukan sebagai investasi jangka pendek atau bersifat trading jadi ini otomatis maksudnya adalah sebagai held for collection atau dimiliki untuk tidak diperjualbelikan induk akan menyusun laporan keuangan konsolidasian nah ini adalah ketentuan bagi perusahaan investor yang memiliki saham perusahaan lain Selain lebih dari 50% atau memiliki kendali.
Maka perusahaan investor selaku induk harus menyusun laporan keuangannya. Selain laporan keuangan individu perusahaan itu sendiri. Dia juga harus menyusun laporan keuangan gabungan.
Yang disebut dengan laporan keuangan konsolidasian atau consolidated financial statement. Sekali lagi materi ini akan dibahas lengkap di akutansi keuangan lanjutan. Mari kita masuk ke materi yang kedua.
Yang kedua yaitu mengenai beberapa... isu terkait dengan pelaporan investasi dalam bentuk utang maupun dalam bentuk investasi dalam bentuk ekuitas. Yang pertama adalah terkait dengan impairment karena kita berhubungan dengan fair value dengan nilai pasar atau nilai wajar maka otomatis kita akan juga perlu memperhatikan apakah ada penurunan nilai atas investasi tadi atau tidak dan impairment ini memang memang yang membedakan dengan metode yang lain atau sistem yang lain, atau prinsip-prinsip atau standar akutansi yang berbeda.
Jadi ketika dulu menggunakan GAP, General State Accounting Principles, kita tidak mengenal impairment, ada impairment tapi tidak dibahas detail, namun sejak kita menggunakan IFRS sebagai acuan, maka impairment ini menjadi hal yang cukup penting dan dibahas cukup banyak di... PSAK kita, bahkan ada satu PSAK khusus membahas tentang impairment. Pada setiap tanggal pelaporan, entitas harus melakukan evaluasi.
Ini konsekuensi kalau kita menggunakan fair value. Jadi melakukan evaluasi atau biasa disebut dengan tes pengujian terhadap seluruh investasi. utang, investasi mengapa kok investasi utang tidak termasuk investasi ekuitas itu sudah dibahas di bagian 1 karena investasi utang itu menurut akutansi bisa diklasifikasi menjadi 3 ada health for collection had held for collection and selling dan trading. Sementara untuk ekuitas, ya bisa saja diperlakukan seperti itu, tapi agak berbeda karena ekuitas melihat, perlakuan akuntansinya melihat persentase atau proporsi saham dari si investi tadi. Yang dicatat pada harga perolehan diamortisasi, nah ini yang penting ya, sudah saya berikan huruf yang lebih tebal.
Ketika... Kita membahas investasi utang, di mana utang itu masuk dalam kategori dicatat pada harga perolehan diamortisasi, atau berarti di sini adalah held for collection. Silakan Anda cek kembali di bagian 1, karena untuk held for collection and selling itu lebih cenderung menggunakan fair value, termasuk trading itu justru menggunakan fair value. Maka ketika Anda mencatat investasi utang, menggunakan harga perleng di amortisasi atau amortize cost, hal ini diperlukan untuk menentukan apakah terdapat penurunan atau tidak.
Jadi Anda perlu melakukan evaluasi apakah ada penurunan nilai atau tidak. Apa yang masuk dengan penurunan nilai atau impairment? Impairment ini adalah suatu kerugian nilai di mana nilai wajar investasinya berada di bawah nilai tercatatnya.
Nah, amortized cost ini bisa dipandang sebagai carrying amount atau carrying value atau nilai tercatat. Apakah nilai tercatat ini lebih rendah daripada nilai wajar atau tidak? Kalau ada, maka kita harus melakukan pencatatan. atas penurunan nilai atau impairment ini. Apabila entitas menetapkan bahwa investasi terjadi penurunan, jadi ternyata memang ada penurunan nilai, banyak faktor yang menyebabkan penurunan nilai, nanti kita akan bahas di slide yang berikutnya, maka entitas mencatat biaya perlulian diamortisasi ini sebagai basis pencatatan atas sekuritas individunya untuk menggambarkan penurunan nilai.
Jadi melihatnya adalah secara indi. vidu perusahaan juga mencatatnya sebagai kerugian yang terrealisasi atau realized loss dan jumlah ini masuk dalam laporan laba rugi seperti apa mari kita lihat contohnya tanggal 31 Desember 2018 Mehu membeli investasi utang yang diterbitkan oleh Pau Group dengan harga par sebesar 200 ribu investasi memiliki jangka waktu 4 tahun dengan pembayaran bunga tahunan, ya bunganya tahunan sebesar 10% yang dibayarkan tiap akhir tahun, dimana suku bunga efektifnya 10%, ya ini kalau ini sama, ya suku bunga efektif dengan suku bunga nominalnya sama maka harganya adalah harga par investasi utang ini diklasifikan sebagai held for collection atau dimiliki, tidak untuk dijual dan tidak untuk diperjualbelikan atau diperdagangkan dengan menggunakan informasi berikut ini maka pencatatan kerugian karena penurunan nilai adalah sebagai berikut ini datanya jadi di akhir tahun ingat ya jadi penurunan nilai dan sebagainya hanya dilakukan pada tanggal pelaporan jadi dengan asumsi perusahaan akan melaporkan per 31 Desember maka diperlukan data untuk mengetahui apakah ada penurunan atau tidak contoh disini ya Jadi ada perkiraan mengenai investment cash flows-nya. Jadi ada perkiraan arus kas investasi per 31 Desember, di mana selama 4 tahun kondisinya akan seperti. Jadi kalau bicara kontraktual cash flow, kontraktual cash flow ini adalah arus kas yang tertera di dalam perjanjian. Kalau ini obligasi, berarti dalam perjanjian obligasi, dalam bentuk bunga, misalkan di channel bisa lihat ya bunganya.
adalah 10% dari 200 gitu, karena tadi 10% ya dengan nilai 200 berarti 20 ribu, dan di akhir tahun selain membayar bunga juga membayar pokok hutang, itu kontraktual cash flow-nya. Nah ternyata di akhir tahun ini expected cash flow-nya tidak sebesar kontraktual cash flow-nya. Di sini diasumsikan hanya sebesar berapa ini, 16 ribu ya, jadi kalau tadi 10% berarti dia hanya kurang dari 10 ribu.
dari 10 persen, di mana totalnya adalah 264, sementara total cash flow kontraktualnya adalah 280. Nah berarti kalau ini skema yang dibuat ya berdasarkan harga pasar atau perkiraannya atau evaluasi atas arus kas tadi, maka akan terdapat loss of cash flows-nya yang kurang lebih totalnya adalah 16 ribu. Nah data ini kemudian kita gunakan. untuk menghitung berapakah fair value dari investasi ini.
Jadi kita tahu bahwa investasi tadi dicatat sebesar nilai par 200 ribu dan kemudian kita hitung present value-nya. Present value atas expected cash flow-nya di sini. Jadi Anda present value-kan berapa nilai pokok dari obligasi itu untuk 4 tahun dengan...
bunga 10% hasilnya adalah 136 dan kemudian juga Anda present value-kan expected cash flow yang baru yang diperkirakan diterima di tahun ini di sana hanya 16 ribu Anda gunakan present value anuitas dan hasilnya adalah 50 dan totalnya 187 320 berarti ada loss on impairment sebesar 12.68 80. Nah ini adalah satu evaluasi yang dapat dilakukan terkait investasi atas hutang yang masuk dalam klasifikasi Help for Collection. Maka perusahaan mencatat seperti ini, jadi ini adalah penurunan nilai yang harus diakui. Jadi kalau Anda sebelumnya ada fair value adjustment itu berlaku kalau investasinya dicatat menggunakan fair value.
fair value. Nah kalau investasinya dicatat menggunakan amortize cost maka konsekuensinya adalah melakukan tes atau evaluasi apakah ada penurunan nilai atau tidak. Nah kalau ada penurunan nilai maka akan dicatat sebagai loss on impairment dan kreditnya adalah allowance for impaired debt investment. Ini mirip kalau di atas pembahasan di buku Kieso ini mirip seperti ini kasus yang ada di Piyutang jadi kalau Anda membahas Piyutang disana ada Piyutang tak tertagih ya maka disini diperlakukan hampir serupa jadi mendebat loss, kalau disana expand kalau untuk piutang expense bad debt expense nah kemudian kreditnya loans kalau untuk piutang, nah ini mirip jadi disini catatnya debitnya loss kemudian kreditnya adalah loans for impaired debt investment Apabila loss on impairment sebelumnya mengalami penurunan, jadi kita sudah mencatat, ingat tadi loss on impairment ini dicatat sebagai bagian dari income statement.
Jadi apabila loss on impairment ini sebelumnya mengalami penurunan, atau pengurangan maka sebagian atau seluruh loss on impairment yang telah diakui sebelumnya tadi harus dibalik. Jadi kalau seandainya, ingat ya, setiap tahun perusahaan harus melakukan evaluasi atau tes impairment ini. dan apabila memang ada penurunan atas loan impairment, maka perlu dilakukan pemulihan atau pembalikan kerugian. Dengan cara ya dibalik saja, jurnal allowance-nya, jadi allowance yang tadinya, kalau Anda lihat di sini kan allowance-nya kredit gitu ya, ini allowance-nya kredit, maka Anda balik mendebit allowance for impaired debt investment dan mengkredit recovery of impairment loss. Kita tidak bisa mengkredit loss impairment karena loss impairment sepertinya.
sudah masuk ke dalam income statement dan sudah di close ke return earnings jadi sudah ditutup buku di tahun lalu maka di tahun ini kita hanya bisa menggunakan jurnal atau akun yang lain yaitu recovery of loss impairment atau di sini recovery of impairment loss pembalikan kerugian penurunan nilai ini tidak boleh menghasilkan nilai tercatat investasi melebihi biaya penurunan perolehan diamortisasinya. Ini adalah ketentuan umum ya. Jadi karena recovery of impairment loss ini nanti akan menambah nilai investasi. Jadi ingat investasi hutang disini catat menggunakan amortize cost ya.
Nah tidak boleh melebihi nilai tercatatnya atau amortize cost atau carrying amount ya. Karena maksimal adalah nilai tercatat tadi. Jadi ini mungkin-mungkin kesannya tidak Tidak fair ya, jadi kalau turun diakui, tapi kalau lebih tinggi tidak boleh diakui.
Jadi maksimal recovery-nya ya dinilai tercatat itu sendiri. Sebagai contoh, asumsikan pada tanggal 31 Maret 2020, MEHU menetapkan adanya risiko kredit atau kredit risk dari PAO, dari perusahaan investi. Risiko kredit itu kurang lebih adalah sebuah risiko yang melalui.
melekat pada investee, di mana investee mungkin saja memiliki ketidakmampuan untuk membayarkan janji-janjinya, itu adalah kredit risk atau risiko kredit. Di mana si Pau ini memiliki kredit risk yang telah menurun secara signifikan, artinya kemungkinan besar akan mempengaruhi janji yang sudah ditetapkan sebelumnya. Nah, oleh karena itu, Mehu memutuskan untuk membalik penurunan nilai, reverse the impairment.
Dengan membuat jurnal sebagai berikut. Ini adalah kebijakan ya, namun kebijakan ini harus ditetapkan secara valid. Jadi ada bukti-bukti yang valid untuk menentukan hal ini. Jadi dibalik seperti ini, jadi seperti yang tadi, loans for impaired debt reinvestment dan kemudian melakukan recovery.
Jadi jurnal yang sudah dibuat sebelumnya akhirnya direcovery. Oke, kemudian... Kemudian...
Untuk kasus yang lain, bagaimana penurunan nilai pada debt investment yang dicatat pada help for collection and selling. Help for collection and selling ini pada hakikatnya memang dicatat berdasarkan amortize cost, tetapi perlu dilakukan penyesuaian berdasarkan nilai wajar pada saat pelaporan, tanggal-tanggal pelaporan. Entitas yang memiliki investasi. Investasi utang dalam bentuk Help for Collection and Selling atau HFCS atau dimiliki untuk dijual melaporkan investasinya pada nilai wajar. Dan setiap perubahan dalam nilai wajar tadi akan mempengaruhi atau dicatat ke dalam Other Comprehensive Income atau OCI.
Untuk jenis investasi ini entitas menggunakan model penurunan yang berbeda. Jadi tidak sama dengan HFC, jadi HFCS ini agak unik ya. Karena memang...
Sebenarnya dia dilaporkan tadi saya katakan dilaporkan dengan amortize cost tetapi pada akhir tahun harus memperhatikan nilai wajar. Di sini disebutnya dicatat berdasarkan nilai wajarnya memang. Alexander contoh ya Alexander membeli investasi utang yang diklasifikan sebagai HFCS pada tanggal 1 Juli 2019 dengan nilai nominal 1 juta.
Investasi utang ini memiliki bunga 7% jatuh temponya pada tanggal 1 Juli 2020. atau 5 tahun Pada tanggal 31 Desember 2019, pada akhir tahun 2019, nilai wajar investasi menurun. Jadi nilai wajarnya ternyata menurun menjadi dari 1 juta menjadi 960 ribu atau menurun 40 ribu. Yang disebabkan karena meningkatnya suku bunga pasar.
Ini suku bunga pasar ini tidak termasuk kredit risk. Jadi suku bunga pasar itu adalah suku bunga yang terjadi di pasar. Yang itu merupakan bagian dari market risk. Jurnal untuk mencatat investasi utang ini pada tahun 2019 adalah sebagai berikut Ini jurnalnya pada tanggal 1 Juli, mungkin ini satu persatu ya 1 Juli 2019 ketika perusahaan membeli debt investment Ini jurnal yang sudah kita bahas berkali-kali Anda debit debt investment dan Anda kredit cash Kalau dibeli tunai, kalau Anda tidak beli tunai ya Anda bisa kredit payable Kemudian di tanggal 31 Desember pada akhir akhir tahun, ingat pada akhir tahun, pada tanggal pelaporan harus dilakukan penyesuaian, tanda kutip ya, atas fair value-nya dan juga terkait kalau ada pembayaran bunga tergantung ya, perjanjiannya seperti apa nah untuk kasus ini, karena bunganya dibayarkan per 6 seri per tahun ya, tadi kalau Anda lihat di sini, ya jadi investasi itu bunga 7% dia berarti dibayarkannya per tahun, maka Anda harus mencatat adanya sedang Oke ini pertanyaan per 6 bulan Ya disini per 6 bulan Sepertinya karena disini Mencatat cash ya Ada interest revenue Dimana Apakah 6 bulan atau 1 tahun Paling tidak pada akhir tahun Anda harus mengakui Adanya interest revenue yang accrual kalau memang dia belum dibayarkan. Tapi kalau dibayarkan pada akhir tahun, ya Anda akan catat interest revenue-nya seperti ini.
Kalau accrual berarti debitnya adalah account receivables atau atau interest receivables, kalau dibayar tunai ya debitnya adalah kas seperti yang ada di dalam slide ini. Di sini dibayar tunai untuk interest revenue-nya untuk 6 bulan pertama, 1 juta x 7% x 2 x 1,5, hasilnya Rp35.000. Dan kemudian di tanggal 31 Desember juga Anda mencatat ini, fair value.
Jadi kalau Anda perhatikan ada 2 jurnal yang perlu Anda perhatikan. Yang pertama adalah, mencatat interest revenue-nya kemudian termasuk yang kalau accrual dan kemudian mencatat fair value-nya penyesuaian atas fair value-nya dan ini adalah jurnal yang sudah dibahas di bagian yang pertama dimana kalau terjadi penurunan akan dicatat seperti ini, unrealized holding gain or loss dan kemudian mengkrit fair value adjustment, kalau terjadi kenaikan tanda kutip, tetapi untuk debit kredit di ini, unrealized holding gain on loss dan fair value ini sangat bergantung dari saldo fair value adjustment di periode sebelumnya, itu yang selalu saya ingatkan. Nah dengan asumsi belum ada nilai atau saldo fair value adjustment ya, nilai fair value adjustment di periode berikutnya, karena ada penurunan ya maka Anda akan mencatat Debit holding, unrealized holding gain or losses, dan ini akan dicatat ke dalam equity atau ke OCI. Dan kemudian mengkredit fair value adjustment nilainya Rp40.000 sesuai dengan penurunannya dari Rp1.000.000 menjadi Rp960.000. Nah, khusus untuk penurunan nilai, untuk impairment maksud saya, untuk impairment kalau tadi adalah penyesuaian fair value, nah sekarang untuk penurunan, impairmentnya, ini juga perlu diperhatikan, jadi ada tambahan lagi ya, ada tambahan mengenai impairmentnya dimana untuk mencatat impairment ini sebenarnya ini yang khusus ya untuk held for collection and selling dia cukup di close ditutup, unless gain and loss yang tadi untuk equity ini ke dalam accumulated other comprehensive income jadi dengan asumsi Anda kutip ya, terjadi impairment, ya maka impairment-nya adalah yang ini.
Jadi menutup akun unrealized ini, unrealized yang di atas ini Anda tutup, jadi yang tadi debit, Anda kredit, dan kemudian mendebit akumulasi. other comprehensive income ini yang membedakan antara health for collection and selling dengan health for collection saja nah sehingga di tanggal 31 Desember 2019 kalau Anda lihat laporan keuangan dari Alexander akan nampak seperti ini untuk neraca atau laporan posisi keuangan akan muncul debt investmentnya sebesar nilai pasar wajar 960 kemudian disana ada di equity nya di bagian equity ada equity accumulated other comprehensive loss, karena ini loss sebesar Rp40.000. Kemudian di income statement-nya akan muncul interest revenue sesuai dengan interest revenue yang accrual, yang sudah menjadi hak perusahaan di tahun berjalan.
Bagaimanakah perlakuan akuntansinya apabila penurunan nilai 40 ribu tadi tidak disebabkan hanya oleh suku bunga pasar saja? Tadi kan 40 ribu tadi seluruhnya karena suku bunga pasar atau disebut dengan market risk. Bagaimana kalau juga... disebabkan karena adanya kredit risk atau risiko kredit disini ternyata untuk kasus yang berikutnya 40 ribu ini 10 ribu disebabkan oleh market risk, 30 ribu disebabkan oleh kredit risk, nah ini perlakuannya menjadi jadi berbeda. Pada kasus ini, jurnal ketiga yang ada di ilustrasi sebelumnya akan berubah.
Karena adanya impairment loss sebesar 30 ribu yang harus dilaporkan pada laporan laba rugi. Jadi impairmentnya terkait dengan credit loss. Jadi kalau disini seperti disini ya, kalau menurut penjelasannya memang dianggap belum ada impairment.
Namun tetap Anda lakukan closing closing seperti ini. Kalau ada impairment, khususnya karena credit list, ini tadi karena Rp40.000 ini semuanya karena market risk ya, nah maka yang jurnal nomor 3 tadi akan dilakukan penyesuaian. Jadi yang Rp30.000 ini tidak masuk ke dalam other comprehensive income, jadi tidak masuk ke dalam other comprehensive income, tetapi dia akan dicatat sebagai loss on income. impairment sebagaimana yang sudah dibahas pada HFC Health for Coalition. Jadi jurnal untuk mencatat impairment dan perubahan dalam nilai wajar serta jurnal penutup terkait terlihat pada ilustrasi berikutnya.
Jadi seperti ini. Jadi ini yang nomor 3 dan nomor 4 di slide sebelumnya perbedaannya ada di sini. Jadi kalau tadi 40 ribu semuanya kan dimasukkan ya, 40 ribu sebagai unrelaxed holding gain or loss dan kemudian low fair.
value adjustment, nah maka disini Anda lihat, disini muncul loss on impairment dan ada allowance for impaired debt investment sebesar 30 ribu ini saya lingkar ya, 30 ribu ini kenapa? karena ini disebabkan oleh resiko kredit atau kredit risk, jadi memang pembedanya seperti ini dan kemudian yang keempatnya yang tadi saya bilang impairment tadi closingnya ke sini jadi yang di close hanya yang 10 Rp10.000 saja. Yang 3, kenapa kok yang di close Rp10.000? Karena yang Rp10.000 ini masuk ke OCI, sedangkan yang Rp30.000 masuk ke income statement. Ini pembeda antara HFC dan HFCS.
Dan di laporan keuangan akan nampak seperti ini. Ya, saya kira sudah clear. Misalkan Alexander menjual investasi utangnya pada tanggal 1 Januari 2020, jadi di tanggal 1 tahun berikutnya. Saya hutang sebesar 960 ini dijual.
Bagaimana menjurnalnya? Anda bisa lihat seperti ini. Jadi Anda jual ini sesuai dengan nilai wajar. Ini sesuai dengan nilai wajar, 960. Anda menerima uang tunai 960. Dan kemudian ingat nilai debt investment-nya adalah 1 juta. Ini dia nilai investment 1 juta.
Maka yang selisihnya Anda lihat di sini. Selisihnya dialokasikan Rp10.000 sebagai loss on sale of debt investment dan kemudian sisanya adalah allowance for impaired debt investment. Mengapa demikian?
Jadi Anda perlu memperhatikan. Jadi ketika investasinya dijual ingat perusahaan mencatat menggunakan amortize cost. Jadi sebenarnya disana ada debt investment ada allowance atau kita mundur ya ke sini.
Anda bisa lihat ini. Jadi. Ada ini kalau Anda lihat 960 ini sebenarnya adalah 1 juta dikurangi dengan allowance. Ini allowance. Jadi ada allowance-nya.
Ini kalau mau lengkap sebenarnya ada debt investment 1 juta. Kemudian dikurangi dengan allowance for impaired debt investment sebesar 30. Nah maka loans for impaired debt investmentnya tadi harus dihapuskan. Seperti yang saya sampaikan tadi ini mirip seperti piutang, loans for bad debt misalkan. Jadi ini dihapuskan terlebih dahulu, itulah mengapa loss on sale of debt investmentnya adalah sisanya yang 10 ribu.
Bagaimana kalau misalkan loans for impaired debt investmentnya nilai 40 misalkan. Ya berarti tidak ada loss on sale of debt investment. Nah kemudian juga Anda hapus ya fair value adjustment yang 10 tadi. Ini sebenarnya penghapusan.
Kenapa penghapusan? Karena investasinya dijual, jadi sudah tidak ada lagi. Jadi fair value adjustment-nya dihapuskan, akumulasi kompresi income juga dihapuskan. Kemudian bagaimana perlakuan akutansi apabila Alexander memutuskan untuk tetap memegang investasi utangnya? Jadi kalau tadi adalah dijual, sekarang tetap dipegang.
Dan kemudian ternyata risiko kredit investasinya menurun sebesar 15 dari 30. tadi ya menjadi 15 nah kalau seperti ini gimana? maka Anda tinggal melakukan penyesuaian jadi allowance for impaired debt investment yang 30 di sisi kredit tadi Anda kurangi dengan cara mendebit saldo allowance for impaired debt investment tadi sebesar 15 ribu dan kemudian kreditnya, akun lawannya adalah recovery of impairment loss sebesar 15 ribu itu dan ini adalah sampai Summary atau hitisar dari impairment model, di sini sudah diberikan ringkasannya. Jadi untuk aset measurement basis, jadi untuk basis pengukuran aset, untuk loans, kemudian receivables, debt securities, measured at amortized cost, ini adalah jenis-jenis aset keuangan. Maka impairment modelnya adalah expected credit losses recognized in net income.
Nah ini kalau Anda ingin... ingin mengetahui lebih detail anda cek chapter tentang receivables, karena di receivables ada isilah expected credit loss atau kerugian kredit ekspektasian kemudian untuk debt securities, ini yang sedang kita bahas saat ini, yang diukur dengan fair value with gains and loss recorded in other comprehensive income jadi catatnya other comprehensive income, ini berarti apa? berarti ini adalah help for collection and selling Jadi kalau Anda melihat kalimat ini, ini otomatis merujuk kepada help for collection and selling.
Maka impairment modelnya adalah expected credit loss recognized in income, kemudian remaining fair value charged recorded in other comprehensive income. Sedangkan untuk debt and equity securities, jadi untuk sekuritas hutang maupun sekuritas dalam bentuk ekuitas yang diukur dengan fair value, ya maka gain lossnya itu bisa dicatat ke dalam net. net income, itu tinggal diingat baik-baik ya, jadi kalau menggunakan fair value, maka unrealized gain and losses dicatat net income, kalau menggunakan untuk HFCS ya, tanda kutip sebenarnya dia pakai amortized cost, tapi pada akhir tahun dia harus mengecek fair value-nya maka unrealized gain and losses-nya dicatat ke dalam other comprehensive Nah maka impairment modelnya untuk yang ini, untuk fair value ini, measure as the difference between lower of amortized cost or fair value.
Jadi ini juga yang sama seperti di inventory, itu ada lower cost or market. Ini disini ada lower of amortized cost or fair value. Mana yang paling rendah antara amortized cost dan fair value.
Jadi tidak boleh lebih tinggi dari amortized cost itu maksudnya. Ini berlaku untuk debt securities. Dan juga berlaku untuk equity security, sebetulnya dengan lower of cost, or fair value. Mengapa kok disebutnya tidak amortize cost?
Karena amortize cost ini berlaku untuk debt security saja. Istilah amortize cost tidak berlaku untuk equity. Karena equity pada prinsipnya dicatat menggunakan fair value.
Itu adalah summary atau ringkasan terkait dengan impairment model. Kita beralih ke isu yang kedua, ada yang disebut dengan recycling adjustment atau penyesuaian daur ulang. Nah, di sini ada dua contoh, ada contoh periode tunggal dan periode majemuk.
Untuk menyajikan sebuah contoh dari pelaporan sekuritas investasi dan untung rugi yang terkait dengan investasi held for collection and selling, jadi HFCS, misalkan pada tanggal 1 Januari 2019, Hinge memiliki keuntungan. kas dan saham biasa nilainya adalah Rp50.000 masing-masing. Kasnya Rp50.000, saham biasanya Rp50.000. Pada tanggal tersebut perusahaan tidak memiliki aset lainnya. Juga tidak ada liabilitas ataupun juga saldo laba.
Jadi di laporan posisi keuangan sebelah kiri ada kas dan sebelah kanan hanya ada saham biasa atau ekuitas sebesar Rp50.000. Di tanggal 2 Januari Hingis membeli sekuritas utang. Jadi uang yang ada dipakai untuk membeli sekretas hitam yang diklasifikasikan sebagai HFCS secara tunai Rp50.000. Berarti kalau Anda lihat laporan keuangannya, sisi kiri kasnya 0, sisi kanan ada hutang, dan kemudian ada saham. Sorry sebentar.
Oh ya, jadi sini ada sekretas hutang, maaf-maaf, sisi kiri kasnya 0, muncul investment in. debt securities atau debt investment atau debt investment begitu boleh disebutnya dan kemudian sisi kanan adalah saham biasa pada tanggal 30 Juni jadi 6 bulan berikutnya Hingis menjual sebagian portfolio sekretas hutang HFCS tadi dan mengaki keuntungan sebagaimana yang tertera di ilustrasi 1729 seperti ini jadi di tanggal 30 Juni tadi Hingis menjual sebagian portfolio yang 50 ribu tadi dijual dan mengaki keuntungan dimana sekuritas hutang tadi masuk dalam klasifikasi HFCS. Ini Anda harus hati-hati memang harus mengecek klasifikasi sekuritasnya ini ke mana? Ke HFC, ke HFCS atau ke trading. Karena masing-masing memiliki perlakuan yang berbeda dan kemudian mengakibat untungan.
Nah fair value untuk sekuritasnya adalah Rp22.000, sementara cost dari sekuritas tadi adalah Rp20.000, sehingga berarti ada keuntungan, ada gain yang realized. Kenapa kok realized? Ya karena dijual. Kecuali kalau tidak dijual kita sebut dengan unrealized, ya itu karena perbedaan fair value.
Rp2.000. Dan Hingis tidak membeli ataupun menjual, tidak membeli ataupun menjual sekuritas lainnya sepanjang tahun 2019. Perusahaan menerima bunga Rp3.000 selama tahun berjalan. Di tanggal 31 Desember sisa portfolio-nya nampak seperti ini, di mana cost portfolio-nya tadi kan 50 ya, yang dijual 20 berarti 30, dan kemudian ada fair value dari portfolio-nya yang sebesar 4.000, selisih 4.000 maksud saya, jadi 34.000, di mana yang 4.000 ini tadi yang saya katakan kalau ada selisih disebut dengan unrealized gain. Realized gain kalau dijual, unrealized itu kalau belum dijual. Di laporan income statement akan nampak seperti ini, jadi perusahaan memperoleh interest revenue dan kemudian ada realized gain on investment in securities, on sale of investment in securities Rp2.000 dan net income-nya.
adalah Rp5.000. Sedangkan di statement of comprehensive income, ini berarti dipisah antara laporan laba rugi dengan laporan comprehensive income, karena ada yang menggabung income statement and comprehensive income seperti itu. yang dipisah, dimana net income-nya yang 5.000 ini ke sini 5.000, kemudian ada unrealized holding gain ini yang ada selisih fair value dengan nilai cost dari investasi tadi Compression income-nya adalah Rp9.000. Kemudian kalau melihat dari statement of changes in equity-nya, Anda bisa lihat di sini awalnya memiliki sahamnya yang memiliki Rp50.000.
Kemudian ada penambahan dalam bentuk net income. akan masuk ke return earning, net income masuk ke return earning untuk saldo laba. Kemudian ada other cum, OCI, accumulated other compressive income sebesar Rp4.000.
Dengan demikian saldo disini. Di sisi kanan yang ada di neraca adalah 59. Kemudian kompretif statement of financial position-nya di tanggal 1 dengan tanggal 31 nampak seperti ini. Jadi sebelumnya perusahaan hanya memiliki uang tunai 50 ribu dan 50 ribu ini kemudian digunakan seluruhnya untuk membeli investasi utang. Tapi dari investasi utang tadi sebagian sudah dijual dan menghasilkan uang tunai. 25 dan kemudian ada sisanya ya ada debt investment sesuai dengan fair value nya 34 ribu dan kemudian sisi kanannya ya sisi bagian bawah ekuitas maksudnya ini sesuai dengan yang ada di statement of changes in equity itu nah masih ke reskiling adjustment, jadi dimana reskiling adjustment nya ini tadi kalau tadi periode tunggal nah Nah sekarang bagaimana kalau periodenya majmuk atau multi period.
Pada saat sebuah perusahaan menjual sekuritas selama tahun berjalan, dapat terjadi penghitungan ganda, double, atas atau multiple, atas keuntungan dan kerugian yang direalisasikan dalam pendapatan komprehensif atau realized gain on or losses in comprehensive income. Nah penghitungan ganda ini terjadi saat sebuah perusahaan melaporkan keuntungan kerugian yang berbeda. belum direalisasikan dalam pendapatan komprehensifnya di periode sebelumnya dan melaporkan keuntungan dan kerugian ini sebagai bagian dari laba bersih tahun berjalan.
Jadi ada kemungkinan duplikasi atau double begitu. Nah untuk memastikan bahwa keuntungan dan kerugian ini tidak dihitung dua kali gitu ya. Jadi supaya nggak double pada saat penjualan terjadi maka diperlukan sebuah penyesuaian re-klasifikasi atau disebut dengan recycling adjustment misalkan open memiliki dua investasi utang HFCS, jadi kalau tadi kan cuma satu ya utangnya, nah sekarang kalau utangnya lebih dari satu atau bentuknya portfolio, dalam sebuah portfolio pada akhir tahun 2020 atau tahun pertama operasional perusahaan di mana tersaji sebagai berikut. Di sini ada Lehman Bond 6%, ada Wood Bond 7% untuk Lehman amortis kosnya 80%.
fair value nya 105 berarti disini ada gain, unreleased holding gain kemudian untuk wood amortize cost nya 120 fair value nya 135 berarti juga ada unamortized holding gain sehingga total portfolio nya 200 amortize costnya, fair value nya 240, berarti total unrealized holding gain nya adalah 40 ribu, dan ingat ya ini akan dicatat sebagai fair value adjustment sebesar 40 ribu Dan kemudian jurnal untuk mencatat atas fair value adjustment-nya, ini jurnal yang sudah kita bahas berkali-kali, termasuk di bagian pertama. Jadi Anda akan ada gain di sini, antiless holding gain. di sisi kredit dan fair adjustmentnya ada di sisi debit berarti dia akan menambah nilai investasi masing-masing sebesar Rp40.000 apabila OPPEN melaporkan laba bersih di tahun 2018 sebesar Rp350.000 maka perusahaan akan menyajikan laporan laba komprehensifnya sebagai berikut jadi ada net income Rp350.000 dan kemudian OCnya ini, other comprehensive income alias holding gainsnya akan masuk di komprehensif income sebesar Rp40.000 dan total komprehensif income-nya Rp390.000 Jurnal untuk memindahkan Unreleased Holding Gains, Equity to Accumulated Income, diingat ya ini tadi di sini masuknya ke OC, masuk ke Comprehensive Income.
Nah maka di tanggal 31 Desember 2019 perlu dilakukan jurnal penutupan. Jadi Unreleased Holding Gains or Loss yang equity tadi ini akan ke Accumulated Income. The comprehensive income yang ada di ekuitas ya.
Ini ekuitas yang tadi ada di comprehensive income. Nah, pada tanggal 10 Agustus 2019, jadi di tahun berikutnya, Opan menjual obligasi... Lehman sebesar 105 dan merealisasikan keuntungan dari penjualan tadi karena lebih besar daripada kosnya.
Cash-nya adalah sebesar 105, uang tunai yang diterima kemudian kosnya adalah 80 ya dan kemudian keuntungannya adalah 25. Gain on sale of investment. Ilustrasi berikut ini menunjukkan penghitungan dari perubahan dalam akun Fair Value Adjustment hanya untuk investasi Wood ya. Tadi karena apa Wood? Karena yang Lehman sudah terjual. Anda bisa lihat sekarang, karena Lehman-nya sudah hilang, karena sudah terjual.
terjual, Anda bisa perhatikan Boots yang 7% tadi, costnya adalah 120, tahun ini fair value-nya 155 berarti terjadi undilased holding gain Sebesar 35. Dimana sebelumnya di tahun lalu fair value adjustmentnya adalah 40. Nah ingat hati-hati yang selalu saya katakan. Jadi kalau menggunakan fair value adjustment Anda perhatikan saldo sebelumnya. Saldo periode sebelumnya. Nah sebelumnya ada saldo fair value adjustment di sisi debit.
Sebesar 40. Dan kemudian untuk tahun ini hanya 35 ribu. fair value adjustmentnya nah berarti Anda harus kurangi sebesar Rp5.000 dengan cara mengkredit fair value adjustment Anda bisa lihat disini mengkredit fair value adjustment sebesar Rp5.000 dan mendebit akun lawannya yaitu undelized holding gain or losses dan dia masuk ke equity sebesar Rp5.000 Misalkan Open melaporkan laba bersih 720 pada tahun 2019, termasuk realisasi penjualan atas obligasi Lehman yang tadi sudah dijual. Maka laporan pendapatan komprehensifnya akan menjadi seperti ini.
Jadi net income-nya... Rp25.000 termasuk gain atas penjualan Lehman tadi adalah Rp720.000 dan kemudian memasukkan other comprehensive income yang lost tadi, adjustment penurunan fair value tadi. 5.000 sehingga komprehensif income-nya adalah 715.000.
Di tanggal 31 Desember, Opan melaporkan investasi utang di laporan posisi keuangannya sebesar 155.000 yaitu kos 120.000 yang WUD tadi ditambah dengan tambahan atas verifili adjustment sebesar 35.000. Dan accumulated other komprehensif income-nya yang ada di equity sebesar juga 35.000 yaitu 40 dikurangi dengan 5 ribu. Jurnal untuk memindahkan unrealized holding loss, ingat ya, jadi untuk unrealized tadi akan di-close ke dalam accumulated other comprehensive, yaitu sebesar yang 5 ribu tadi, seperti ini. Jadi accumulated ini, unrealized holding gain or loss yang 5 ribu, yang tadi, jurnal sebelumnya, dia akan di-close ke dalam akun accumulated other.
Other Compressive Income sebesar Rp5.000.000. Nah ini kan seolah jadi kayak double gitu ya. Nah penyesuaian reklasifikasi ini dapat dibuat di laporan laba rugi di Accumulated Other Compressive Income atau di catat atas, di dalam catatan atas laporan keuangan.
International Counting Standard Board, IASB, lebih memilih reklasifikasi ini disajikan di dalam Accumulated Other Compressive Income dalam catatan atas laporan keuangan. Nah untuk kasus opi. Open, kasus perusahaan open ini penyajiannya menjadi sebagai berikut.
Jadi di notes to financial statement akan tercantum seperti ini. Changes in Accumulated Other Comprehensive Income-nya. Ini adalah satu tabel yang biasanya muncul di dalam notes to financial statement. Merujuk pada akun Accumulated Other Comprehensive. Di mana saldo awalnya adalah Rp40.000.
Kemudian di sini ada current period other comprehensive-nya adalah Rp20.000. Jadi masuk. 155 dikurangin 35 dan kemudian ada reklasifikasi reklasifikasi dari accumulated other kompresifikan sebesar 25 sehingga unrelased holding loss-nya adalah 5.000 sehingga ending balance-nya 3.000 ini penjelasan ya, jadi kalau Anda bingung Pak, ini jelimet ya, ini penjelasan saja dari mana angka 35 itu sebenarnya Nah kemudian itu tadi sebut dengan daur ulang, jadi recycling adjustment.
Nah kemudian yang ketiga, isu yang ketiga adalah pemindahan atau pemindah bukuan, transfers between categories. Jadi bagaimana kalau ada... pemindahan diantara kategori yang ada dari satu klasifikasi ke klasifikasi investasi yang lain kita tahu bahwa di investasi utang tadi ada HFC, ada HFC, ada HFCS dan ada trading. Nah bagaimana kalau terjadi perubahan klasifikasi kira-kira seperti itu. Nah maka pemindahan ini hanya terjadi apabila model bisnis di dalam pengelolaan investasi tersebut berubah.
Jadi perusahaan memang melakukan satu perubahan secara radikal, secara signifikan terkait dengan model bisnisnya. Bahwa perusahaan memang berniat untuk melakukan investasi kalau sebelumnya ditahan. untuk jangka waktu yang lama, kemudian terjadi perubahan model bisnis menjadi trading misalkan. Nah kalau ini memang ekstrim, jadi perubahan ekstrim maka silakan dilakukan pemindahan atau pentransferan atau pemindahan.
Tapi kalau tidak ya maka sebaiknya tidak. Kenapa? Karena IASB, International Contemporary Standard Board juga berharap perubahan seperti ini jarang terjadi.
Perusahaan memperlakukan pemindahan di antara klasifikasi ini secara pros... Kalau seandainya memang terjadi transfer atau pemindahan klasifikasi atau perubahan klasifikasi, maka harus dilakukan adjustment secara prospektif. Ada prospective adjustment, jadi untuk adjustment ada prospective adjustment, ada retrospective adjustment, dan ada current adjustment.
Itu nanti akan dibahas di chapter akhir ya terkait dengan penyesuaian, estimasi, kesalahan, dan sebagainya, kebijakan estimasi dan perubahan. Perubahan akutansi. Prospektif itu artinya ke depan.
Lawannya adalah retrospective. Kalau retrospective itu melihat ke belakang. Nah, prospektif hanya melihat ke depan.
Maksudnya adalah kapan terjadi perubahan maka sejak saat itu dilakukan perubahannya saja. Jadi tanpa harus melihat kondisi-kondisi yang sudah lalu. Yaitu pada awal periode akutansi setelah perubahan model bisnis itu terjadi.
Mari kita lihat contoh. British Sky Broadcasting Group memiliki portfolio investasi utang yang diklasifikasikan sebagai trading, yaitu investasi utang yang bukan dipegang untuk ditagi atau not held for collection, melainkan untuk ditujukan untuk mendapatkan profit, jadi kalau trading memang untuk capital gain atau profit yang berasal dari perubahan suku bunga. Dengan demikian perusahaan menilai investasi ini, pada nilai wajar. Kenapa wajar?
Ya karena trading. Karena trading maka menggunakan fair value. Pada tanggal 31 Desember 2018, British Sky memiliki saldo sekuritas sebagai berikut. Debt investment-nya Ada fair value adjustment sehingga total carrying value-nya adalah Ingat ya, ini trading.
Sebagai bagian dari proses perencanaan strategisnya yang selesai pada Pada 4 kuartal di tahun 2019, manajemen British Sky memutuskan, ini ada kebijakan baru untuk berpindah dari strategi sebelumnya yang membutuhkan keaktifan manajemen. Jadi trading itu memang harus ada keaktifan manajemen dalam melakukan berbagai upaya, biasanya di dalam fund manajemen. Ke strategi untuk disimpan, jadi dari trading berubah ke health for collection.
Jadi kalau disimpan ya sudah, simpan saja. dalam waktu jangka panjang siapa tahu nanti harganya meningkat atau untuk investasi utang ya disimpan sampai dengan tanggal jatuh temponya, jadi ada perubahan ya dari trading menjadi health for collection maka British Sky membuat jurnal berikut ini untuk mengalihkan transfer, memindahkan sekuritas dari trading menjadi health for collection, ingat trading itu menggunakan fair value, sementara health for collection itu menggunakan amortize cost ya untuk investasi hutang maka akan catat seperti ini debt investmentnya 125 kemudian fair value adjustmentnya 100 125 jadi ini perubahan kenapa kok hanya seperti ini karena adjustmentnya bersifat prospect Jadi kapan dilakukan perubahan, ya maka sejak perubahan itu menggunakan skema yang baru tanpa harus melihat masa yang lalu. Apa itu detailnya nanti kita lihat di chapter akhir dari akutan selanjutnya.
Si keuangan menengah ini Saya kira itu yang dapat Saya sampaikan untuk materi Bagian kedua dari chapter 17 ini Terima kasih sampai bertemu Kembali di seri pembelajaran yang lain Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Sampai berjumpa kembali