Transcript for:
Faktor Mempengaruhi Laju Reaksi Kimia

Halo adik-adik, selamat datang di channel BIC Cos bersama Koben. Channel ini akan membantu kalian dalam belajar matematika, fisika, dan kimia. Pada video kali ini, Koben akan membantu kalian dalam belajar kimia.

Kelas 11 laju reaksi ya Pada laju reaksi ini Kita harus mempelajari dulu Faktor-faktor yang mempengaruhi lajunya ya Laju reaksi itu Kita laju reaksi lambangnya V dulu Dengan satuan Satuannya molar Per sekon ya, molar per sekon. Nah, laju reaksi itu dipengaruhi oleh lima hal. Ya, lima hal.

Yang pertama, itu konsentrasi. Jadi, dipengaruhi oleh konsentrasi. konsentrasi ya Kenapa dipengaruhi konsentrasi karena nanti istilahnya rumus laju itu adalah tak ini misalkan ada a pangkat x b D pangkat Y.

Nah ini. Ini dipengaruhi oleh konsentrasi. Jadi laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasinya.

Konsentrasinya siapa? Ini adalah konsentrasi daripada sebuah reaktan. Jadi reaktan-reaktannya yang bereaksi. Maksudnya koko. Misalkan koko kasih contoh aja disini ada.

A tambah B. Menjadi C tambah D. Nah. Misalkan wujud A ini G. Wujud B ini juga gas Mungkin ini gas semua dulu aja ya Maka Konsen laju reaksi kita Itu akan menggunakan rumus KA pangkat X B pangkat Y Karena yang bereaksi A dan B Jika ini yang bereaksi ini A tambah B tambah C Menjadinya D tambah E Berarti nanti laju reaksinya menjadi rumus KA pangkat X B B pangkat Y, C pangkat Z.

Jadi ada sampai C. Ini kalau peraktannya ada tiga ya. A, B, C. Gitu ya. Oke.

Konsentrasi itu, itu yang mempengaruhi konsentrasi itu yang berwujud senyawa, yang berwujud gas dan aki ya. gas dan aki. Jadi maksudnya apa? Jika wujudnya senyawa A dan B ini bukan gas atau aki, misalkan solid nih, berarti nanti laju reaksi kita, yang A solid ini kita enggak masukkan ini.

Jadi kita nulisnya tinggal yang B. Jadi K kali B pangkatnya X gitu aja gak apa-apa. Karena yang A kan solid.

Misalkan ya kalau solid. Jadi wujud yang dipengaruhi adalah gas dan aki ya. Nah untuk istilah pangkat ini X sama Y sama K ini ada artinya X ini adalah ordo reaksi namanya Untuk senyawa A Kalau Y itu ordo reaksi untuk senyawa B Nah kalau X ditambah Y itu namanya ordo total Jadi ordo reaksi total gitu ya Ordo reaksi reaksi ini bisa langsung diketahui soal kalau di soalnya bicara dalam bentuk persamaannya langsung diberitahu persamaan lajunya apa itu ya itu bisa langsung ada di soal tapi order reaksi ini pun bisa kita cari mencarinya lewat suatu percobaan tabel gitu nanti ada gitu ya itu nah kak ini tetapan laju reaksi ya kayak itu tetapan laju reaksi ini bisa kita cari juga Juga lewat suatu percobaan itu nanti ya. Koko kasih contohnya aja ya.

Nah K ini memiliki satuan juga. Kita kasih rumus satuan K dulu ya. Rumus satu angka adalah molar pangkat 1 min urdo total dibagi sekon. Jadi 1 min urdo total ya, mungkin koko perjelas aja ini urdo total dibagi sekon.

Urdo total itu X tambah Y nya. Hai nah yang koko maksud daripada V ini laju reaksi ini ini adalah laju reaksi sesaat laju reaksi sesaat ya ini Maksudnya laju reaksi sesaat itu adalah laju reaksi setelah ini selesai bereaksinya, jadi sisanya. Nah, nanti laju reaksi itu ada juga untuk laju reaksi masing-masing senyawanya, itu disebut laju rata-rata.

Jika ada yang ditanya, laju rata-rata itu maksudnya laju senyawanya, bukan laju reaksinya, bukan. Ya, ini laju reaksi yang ini. Ya, nah, laju rata-rata itu mengenal istilah... laju setiap senyawanya jadi lajunya a lajunya B lajunya C juga lajunya D ini ya Nah untuk laju daripada senyawa a latar-latar a kan dia reaktan reaktan itu berkurang kalau produk itu bertambah ya maka rumusnya ini minus ini Minus delta konsentrasi A dibagi delta T.

Nah, minus ini, ya kita kalau ingat sistem MBS, itu kan mula-mula bereaksi sisa, ruas kiri itu berkurang. Nah, karena dia... berkurang, maka dikasih minus supaya nanti deltanya ini istilahnya dia minus kali minus jadi plus, gitu istilahnya jadi berkurang itu deltanya maksudnya, deltanya ini berkurang boleh dilihat dari tanda minusnya ya gak apa-apalah, itu istilahnya juga menunjukkan dia berkurang untuk laju B karena dia di ruang kiri, ini juga berkurang Untuk C, karena dia di ruas kanan, ini dia istilahnya bertambah. Nah, ini D juga bertambah. Nah, koko ajarin apa istilah, kenapa aku tadi bilang ini minus, nanti hasilnya kenapa plus.

Dan koko bilang ada teori MBS kan ya. Ini koko kasih dulu koefisiennya dulu ya. Misalkan nih waktu kita mencetarakan ini dapat 2 dan 3 misalkan gitu ya.

Nah misalkan nih di soal ada teori MBS-nya. Maksudnya ini adalah mula-mula bereaksi sisa. Yang kanan ini mula-mula pasti setara.

strip ya, maksudnya kosong, gak ada nah, mungkin soal diberitahu jika A itu mula-mulanya adalah misalkan 4 mol ini ya nah, mungkin yang B mula-mulanya 3 mol mula-mulanya 3 mol Hai ya Nah nanti mungkin di soal diberitahu jika C yang terbentuk naja terbentuk itu adalah Hai 3mol itu yang terbentuk 3mol nah ini diketahui soal nih biasanya Ini diketahui soal Loko apakah selalu yang Yang diketahui soal C nya Mungkin D nya boleh Mungkin sisa B nya juga boleh Tergantung soal ya Pokoknya koko ambil ini yang diketahui soalnya ini aja Ya Itu soalnya diketahui yang mana terserah soal. Yang pasti ada tiga yang diketahui biasanya. Mula-mulanya yang ini, mungkin salah satu yang sisa A, sisa B, atau terbentuk JD-nya.

Terserah salah satu. Kalau ini 3 mol Kalau ini kita mula-mula gak ada Berarti yang bereaksi ini 3 ya Kenapa 3? Kalau ingat ada di kelas 10 tuh ada teori Strikometri reaksi tuh Kalau ini strip tuh 0 ya 0 tambah 3 hasilnya 3 Kanan tuh ditambah Maka dia plus Nah kalau kita mau mencari molnya D berapa Biasanya adik-adik kan menggunakan Koefisien ya akan menggunakan koefisien Teori menggunakan koefisien tuh Misalkan nyari D Yang ditanya dibagi yang diketahui Dikali yang diketahui Misalnya koko bilang ini bentuk L terbalik Luruk L tapi dibalik Kalau adik-adik gini kan angka 7 L tapi dibalik posisinya Jadi nanti nulisnya gini 1 per 3 kali 3 Ini hasilnya 1 mol Maka D yang terbentuk 1 mol Ini koko jangan lingkari ya Nah untuk mencari yang B, karena B ini koefisien 2, berarti 2 per 3 kita arahnya ke sini ya, tadi karena ini yang kita tahu duluan dari padat B.

Kita nyari nya lewat B nya ya, bukan lewat jisa atau bukan lewat mula-mula, bukan. Teori MBS itu harus lewat B Lewatnya dari yang diketahui pertama kali siapa Itu nanti yang kita bandingkan Nah berarti B nya ini 2 per 3 Dikali 3 Berarti hasilnya 2 mol Berarti ini sih kisah 1 mol gitu ya yang A 1 per 3 kali 3 nah berarti nanti hasilnya 1 mol nih 4 kurangi 1 berarti 3 mol Nah gitu aja ya ini kok udah nulis kok satuannya ya biar cukup tempatnya gitu Nah sekarang ini apa yang dimaksud Delta A gitu ya Nah ini kok mungkin soal lebih tahu volume wadah volume ruangan atau wadahnya itu 10 liter 10 liter gitu aja ya, aku pakai 10 liter Reaksi ini berlangsung dalam waktu mungkin 10 detik gitu aja gak apa-apa ya Atau ini volume nya 1 liter aja, 1 liter 10 detik mungkin biar gampang hitungnya Nah sekarang gini, konsentrasi, nah ini konsentrasi itu nama lainnya molar Konsentrasi, ini nama lainnya molaritas sama dengan molaritas molaritas ya polaritas ini memiliki rumus molar kalau ada diingat rumus kelas 1 tuh mol dibagi volume ya volumenya harus liter ya lambang konsentrasi ini adik-adik boleh ganti lambang kota ini sama jadi lambang kota ini nama lainnya polaritas konsentrasi jadi kota A ini nama lainnya konsentrasi A atau polaritas ah sama ya Nah kita lihat delta, misalkan aku mau ngitung gini ya, berapa kVA-nya? Nah, delta A.

Delta A itu maksudnya mol yang sisa dikurangi mula-mula. Jadi 3 dikurangi 4, kan min 1. Maka dikali min, jadinya 1. Ya kan? Mungkin gue ketulis aja, min 3 kurang 4 dibagi. Nah, ini dibaginya, jangan lupa ya, ini rumusnya molar kan, mol per volume. Adik-adik jangan lupa, bagi volume.

Kalau volumenya 2 liter, bagi 2. Ini kan 1 liter Per waktunya 10 Nah ini min kali min plus Berarti VA nya 1 per 10 Nah itu cara mencari V rata-rata A Nah untuk mencari VB Sama Min 1 kurangi 3 Nah ini Bagi 1 per 10 2 per 10 Hmm Sebenarnya kalau adik-adik tidak menggunakan kata delta, sebenarnya delta A ini sama dengan molnya B. Coba dicek, ini kan 4 kurangi 3 kan 1, sama kan? 1 2 sama Jadi sebenarnya yang kita gunakan dari kata Min delta itu sebenarnya Molnya B Molnya yang saat bereaksi sebenarnya yang kita pakai Jadi ada adik boleh langsung Menggunakan molnya yang bereaksi ini misalkan gini sekarang yang VC, Koko mau pakai molnya yang bereaksinya C aja, 3 kan kita langsung aja 3 per 1 bagi 10 3 per 10 gitu, ya atau ada yang mau pakai deltanya juga bisa, ini kan plus delta C ya berarti plus 3 kurangi 0, nah itu juga bisa sama kan, 3 kurangi 0 itu 3 sama, ya untuk VD oke VD nya berarti ya 1 per 1 bagi 10, 1 per 10. Ini satu hanya molar per sekon ya.

Atau ada cara kedua. Cara kedua itu, cara dua. Itu adik-adik mencari salah satu V aja.

Misalkan gini, adik-adik udah tau VA nya, udah dapet tuh 1 per 10. Udah dapet, ya kan? Ada adik mau nyari VB, VC, VD Tapi udah tau VA Ada adik nyari salah satu Di soal bilang Jika Vnya A seper 10 Berapakah VC atau berapakah VD Ada adik bisa menggunakan cara kedua Ini cara cepatnya Jadi gak usah pakai delta-delta ini lagi Tapi untuk salah satunya Kita cari dulu pakai delta tetap Yang lainnya gak usah Jadi maksudnya gini Ini kan VA nya ketemu 1 per 10 Mau nyari VB Koko langsung menggunakan koefisiennya B kan koefisiennya 2 A kan 1 Koko bandingkan terhadap A ya Karena A yang diketahui Jadi VB nya adalah 2 per 1 Dikali VA Nah hasilnya nanti kan sama 2 per 10. Nah gitu. Mau mencari VC juga bisa.

VC-nya berarti 3 per 1 kali VA. Mau mencari VD juga bisa. VD nya 1 per 1 kali VA Menggunakan perbandingan koefisien juga ini Tapi ada satu yang tahu Loh kok kalau yang VC nya yang diketahui 1 per 10 Mau mencari VA Ya berarti 1 per 3 kali VC Mau nyari VD nya 1 per 3 kali VC Mau nyari VB nya 2 per 3 kali VC Itu kalau diberitahu yang VC nya Ini cara pertama Mau mencari VB nya Menggunakan rumus, cara kedua menggunakan perbandingan efisien.

Ini untuk V rata-rata. Nah apa bedanya dengan V sesaat? Kalau diketahui dalam bentuk MBS ini ya Ini aku kasih di sebelah sini Untuk V saat ya Ini kan rumusnya K Ini mungkin di soal dia diberitahu ya Ordo reaksi A sama B udah diberitahu di soalnya Mungkin ini pangkat 2 B nya pangkat 1 Nah ini udah diberitahu di soal Biasanya ordo udah ada, udah siap kita Nah untuk V sesaat Untuk V untuk konsentrasi A dan B saat ini adalah yang sisa ya seperti gua bilang tadi berarti otomatis ini kita menggunakan sisanya jadi mol sisanya bukan yang mol bereaksi tapi kalau rata-rata kita menggunakan yang bereaksinya ya yang bereaksi yang B nah berarti nanti ini K jadinya ini tiga per volume ya jangan lupa akan mol per volume rumusnya ya konsentrasi itu volumenya ini aku satu liter b-nya sisa satu jadi satu persatu nanti dapet nih 9k nih V nya ini laju reaksinya apa ini jawabannya harus dalam k enggak juga kadangkala ada ini k nya udah ada di soal angka 100 gitu ya 100 kali a pangkat 2 b pangkat 1 ya ini k nya 100 ya nanti aslinya 900 misalkan dia Kalau enggak bisa juga jawaban dalam K. Biarkan dalam K.

Gitu ya. Yang kedua ini adalah pengaruh dari suhu ya. Suhu.

Nah suhu dalam laju. reaksi itu akan mempengaruhi energinya energi kinetik jadi kalau istilahnya kalau suhu makin besar, laju juga makin besar, seperti konsentrasi, kalau konsentrasi tadi meningkat, juga lajunya meningkat mungkin tadi kuku lupa bilang ya, yang untuk teori konsentrasi meningkat, itu lajunya meningkat selalu gitu, semua meningkat laju ikut meningkat jadi suhu meningkat laju juga meningkat suhu Nah, dalam hal suhu ini memiliki pengertian, dia akan mempengaruhi energi kinetiknya. Energi kinetiknya makin tinggi atau makin besar. akan mengeluarkan energi kinetiknya, juga dia akan mempengaruhi frekuensi tumbukan. Frekuensi tumbukan atau energi tumbukannya.

Frekuensi atau energi tumbukannya. Energi tumbukan dari partikelnya yang bereaksi. Jadi frekuensi energi tumbukannya makin banyak atau makin meningkat. Jadi, jika suhunya makin besar, akan mempengaruhi energi kinetik dan frekuensi energi tumbuhannya makin meningkat.

Nah, untuk pengaruh suhu ini juga ada hitungannya. Hitungannya ini ada rumusnya. gini ya, aku buatkan seperti ini. Mungkin agak beda sedikit, kalau mungkin tergantung sekolah masing-masing ya, untuk rumusnya.

Ini ada N pangkat delta T per A. Mungkin di sekolah ada juga yang ini delta V. Yang A ini T besar biasa itu juga ada. Nah, koko bedain dengan N A ini mungkin lebih untuk mempermudah saja.

Nah, N ini adalah kenaikan laju atau kelipatan laju setiap kenaikan suhu. Setiap kenaikan suhu A, kenaikan suhu A, nah berarti A itu apa? A itu adalah kenaikan suhu... Kenaikan suhu yang terjadi setiap N. Jadi A sama N ini saling berhubungan.

Mungkin biar adik-adik enggak bingung, koko langsung kasih contohnya ya untuk pengaruh suhu. Kita menggunakan rumus ini seperti apa. Ini contoh ya. Koko ada contoh gini aja.

Setiap kenaikan suhu 10 derajat celcius, laju meningkat 2 kali, meningkat 2 kali lebih cepat. Nah gini, jika pada suhu 25 derajat, lajunya... adalah 8 gitu aja ya, lajunya 8 molar persekon, maka pada suhu 55 berapa lajunya? Hai begitu jadi setiap kenaikan suhu lajunya dua kali lebih cepat maksudnya misalkan koko punya itu empat lajunya berarti itu 830 derajat berarti 16 jadi naik 222 terus ya mungkin kalau dalam bentuk tabel 4 8 16 gitu-gitu itu artinya kita kalau dalam kata-kata seperti ini kita bisa langsung aja Ini kita andaikan seperti kenaikan laju Berarti ini Laju meningkat 2 kali Setiap kenaikan suhu A Nah ini Jadi dengan kata lain ini diketahui A nya 10 derajat N nya 2 Nah pada suhu 25 Berarti ini T1 V nya 8, pada su 55 kan ditanya berapa V nya, kita anggap ini V1 ini V2, kita gunakan rumus ini langsung, V2 adalah 8, 2, delta T, T2 T1 nya dikurangi Bukan yang 10 derajat Tidak ada hubungannya 10 derajat ini untuk si A ini Jadi ini hal yang baru lagi Ini yang kita mau hitung 55 kurangi 25 ini 30 ya nanti per hanya 10 berarti kita dapat V2 adalah 82 pangkat 30 bagi 10 ini tiga ya dua pangkat 388 64 nah gini Hai mendapat nih ya hai hai Hai ini nanti untuk laju ya jika ini diberitahu dalam bentuk waktu dengan waktunya delapan menit dalam bentuk waktu itu maksudnya nanti laju itu adalah seperti ya dia berbanding terbalik Jadi laju ini adalah seperti. Kalau dalam soal suhu-suhu seperti ini, laju adalah seperti.

Jadi maksudnya kuku apa? Jika dia bilang pada suhu 25 derajat, waktunya 8 menit. Nanti adik-adik di sini nulisnya bukan V2 lagi, tapi nulisnya seperti 2. Dan V1-nya adik-adik ganti seperti 1. Berarti adik-adik nulisnya nanti 1 per 8. Kalau diganti menit waktu. Jadi nanti 1 per 8 menit, 2 pangkat ininya sama. Lalu, ini pertanyaannya pasti bukan lajunya lagi, tapi berapa menit.

Berapa menit ini ganti seperti 2, adik-adik. nanti D2 nya dapat gitu ya tinggal diganti seper jadi seper T seperti itu ketiga ini namanya pengaruh tekanan ya pengaruh tekanan atau P ya tekanan tapi sebelum lanjut adik-adik tolong ya dukung koko dengan cara like dan subscribe dulu ya dibawah ini Tekanan ini akan mempengaruhi laju jika tekanan itu naik. Jadi tekanan naik maka laju pun ikut naik.

Nah tekanan ini sebanding dengan molaritas atau konsentrasi. Jadi P ini sebanding dengan P. konsentrasi ya sebanding ya nah tapi tekanan ini dia mempengaruhi yang berwujud gas hanya gas wujudnya hanya gas ya beda dengan konsentrasi kalau konsentrasi itu tadi gas dan aki nanti gue kasih contoh di contoh soal aja ya maksudnya apa nah ini P sebanding dengan konsentrasi Nah disini sebenarnya ada juga volume Tapi volume ini bukan hal yang mempengaruhi laju Tapi volume ini mempengaruhi hitungannya saja Jadi volume ini berbanding terbalik Berbanding terbalik dengan P dan konsentrasi Jadi kalau adik-adik diberitahu volumenya berkurang atau apa itu nanti dia berbalik-balik maka P nya malah naik konsentrasinya juga makin naik kalau volume volume ini dipengaruhi oleh wujud yang berwujud gas dan aki Dengan kata lain, dalam laju reaksi ini, wujud yang kita gunakan itu kebanyakan gas dan aki. Kalau solid dan liquid itu kita abekan, kita enggak menggunakan. Jadi, kalau ada senyawa yang berwujud solid dan liquid, hitungannya kita abekan. Itu diabekan.

Kita lanjut ke yang keempat, luas permukaan. Untuk luas permukaan, ini adik-adik nggak ada hitungannya ya, kita nggak ada hitungannya. Jadi luas permukaan itu hanya wujud.

Jadi laju reaksi yang beda wujud itu istilahnya adalah pengaruh dari luas permukaan. Luas permukaan itu istilahnya Langsung gue kasih teori apalannya aja ya Jadi gue ada wujud Wab Ada wujud cairan Ada wujud butiran Atau kepingan ya, sama, butiran kepingan itu padatan yang agak besar atau serbuk dulu ya ini biar urut aja ya serbuk, lalu baru serbuk ini sebenarnya seperti obat serbuk itu ya ada obat serbuk yang berikutnya adalah butiran Butiran ini kepingan, kalau obat itu pil, seperti pil. Dalam luas permukaan ini, laju yang makin cepat yang berwujud apa?

Ini teori. Luas permukaan ini, laju yang makin cepat yang berwujud apa? Laju yang semakin cepat itu adalah yang berwujud uap.

Jadi laju yang makin cepat itu uap, cairan, serbu, baru butiran. Jadi kalau adik-adik disuruh membandingkan antara A, B, C, D yang A berwujudnya serbu. Yang B berwujudnya butiran Berarti yang lebih cepat yang serbu Untuk laju reaksinya Peningkatannya Kalau uap sama cairan Berarti yang uap Kalau uap sama serbu ya yang uap Ini yang pertama Luas permukaan Kita bicara teori seperti ini Ini koko kasih contoh langsung aja Misalkan Ada tabel Ini tabel Ini benda A A gitu ya ini bcd ini wujud wujud itu mungkin yang a serbu gitu ya yang B butiran yang c serbu lagi yang D butiran lagi ini ya Nah, di sini ada molaritas.

Nah, molaritasnya yang ini 0,1. Yang ini 0,2. Yang ini 0,1 juga lah ya. Ini 0,2. Nah, yang ini suhu.

Nah, ini suhu. Nah, ini mungkin suhunya 25 derajat semua, gak apa-apa. Nah, jadi kalau kau ada pertanyaan, untuk manakah yang lebih cepat dalam tabel ini, berarti yang wujudnya serbu.

Serbu ada A sama C. Nah, kalau sama wujudnya yang cepat, kita lihat konsentrasinya. Konsentrasi yang lebih besar berarti dia lebih cepat. Nah, berikutnya baru kita lihat suhu. Ini kebetulan suhunya kok kasih sama.

Kalau suhunya... beda, baru kita lihat suhu yang besar suhu besar juga jadi berarti urutan laju yang paling cepatnya adalah C lalu A nah untuk butiran pun sama kita lihat konsentrasinya oh D lebih besar konsentrasinya berarti C lebih besar daripada B yang paling cepat berarti C kalau ditanya mana yang paling cepat berarti jawabannya C ya, oke nah kalau kok ada pertanyaan lagi mungkin mungkin di dalam tabung ini ada istilahnya ini ada bentuk seperti serbuk ya ini serbuk banyak disini ada yang bentuknya kepingan, putiran-putiran Terus ini ada tulisan 2 molar, ini sama 2 molar, ini A ini B. Berarti kok ada pertanyaan di soal mungkin.

Dalam A dan B ini dipengaruhi oleh apakah laju reaksinya. Kita ada adik lihat molarnya kan sama tapi wujudnya ini beda. Oh berarti A dan B ini dipengaruhi oleh luas permukaannya.

Jadi luas permukaan itu dipengaruhi oleh bentuk wujudnya ya. Luas permukaan itu yang penting yang kedua ini adalah wujudnya. Jadi kalau wujudnya beda itu luas permukaan. Tapi kalau ada adik ini sama-sama serbu, berarti kita lihat yang lain.

Mungkin konsentrasinya atau suhunya yang berubah. Itu ya. adik-adik mungkin biar lebih cepat menghafal mungkin kenapa uap yang lajunya lebih cepat karena uap itu istilahnya kalau menyebar itu bisa kemana-mana ya kita kalau misalkan ngirup gas itu bisa sampai dalam jadi kalau cairan mungkin hanya masuk ke dalam dikit lah kalau untuk serbu sama butiran mungkin adik-adik lebih dianalogikan seperti minum obat aja kalau minum obat serbu itu kan lebih cepat ya diserap oleh tubuh daripada yang bentuknya butiran jadi gitu intinya mungkin kalau cairan sama serbu kalau dalam sistem obat mungkin yang cairan ini pun lebih cepat diserap kalau minum sirup sama minum yang bentuk serbu sama yang bentuk pil lebih bagus yang bentuknya sirup itu lebih cepat diserap oleh tubuh ya gitu aja lebih gampangnya gitu yang kelima laju reaksi itu dipengaruhi oleh katalis ya gitu aja Nah, katalis ini apa? Katalis ini adalah suatu sat, senyawa yang bisa mempercepat laju.

Jadi kegunaan katalis itu hanya mempercepat laju reaksi. Dia tidak ada hitungannya, dia tidak memiliki hitungan. Kenapa?

Karena katalis ini harus digunakan dalam jumlah sedikit, jangan banyak-banyak. Kalau banyak-banyak bahaya juga. Jadi katalis itu istilahnya seperti adik-adik kalau mau buat bakpao supaya ngembang, kita kasih katalis.

Katalis namanya baking powder, cepat ngembangnya. Tapi jangan banyak-banyak, nanti bahaya juga. Katalis ini untuk mempercepat reaksi kegunaannya. Dia mudah diracuni, dia gampang diracuni juga. Makanya jangan banyak-banyak.

Itu juga salah satunya harus sedikit penggunaannya dalam jumlah terbatas. Nah katalis ini senyawa ya sebenarnya. Tapi teori katalis ini memiliki kegunaan juga untuk menurunkan energi aktifasi. Kenapa kok bisa turun energi aktifasi?

Energi aktifasi itu energi reaksi ya, sebenarnya lah gitu aja. Aktifasinya turun. Jadi, istilahnya kalau reaksi itu makin cepat... kan energi yang dibutuhkan oleh kita pun gak banyak-banyak ya istilahnya gitu jadi menurunkan energi aktifasi, jadi energinya makin rendah nah dalam hal katalis ini biasa Biasanya dalam bentuk soal itu adalah berupa diagram.

Jadi, koko ajarin diagramnya. Diagram untuk katalisnya. Diagram ini disebut diagram profil energi.

Diagram energi. Jadi gini, ini namanya delta H, entalpi ya, kalau ada yang ingat di termokimia itu entalpi namanya. Nah, dalam diagram energi ini, kalau aku ada gambar seperti ini, Ini yang disebut delta H reaktan, reaktan itu yang ruas kiri ya, ini delta H produk. Kalau produknya lebih rendah, ini delta H-nya minus, ini yang kita sebut delta H ini. Ini delta H ya, delta H minus itu gambar ini berarti menunjukkan gambar reaksi exoterm.

Ya reaksinya ekstratum karena delta H nya minus ya ini turun ya kenapa delta H nya minus rumusnya delta H kan produk kurangi reaktan ya kalau produknya ini 10 reaktannya ini 20 ya 10 kurangi 20 kan minus 10 hasilnya. untuk ini batas reaktan ini menuju puncak ini puncak ini kalau kasih pintu warna merah aja ya dari ini menuju puncak ini disebut energi aktivasi ini Ea ini energi aktivasi tapi energi aktivasi tanpa katalis hai hai Kalau dengan katalis, katalis itu kan menurunkan energi aktifasinya. Hitungan dari energi aktifasi itu selalu dari reaktan, bukan dari produk.

dari raktan menuju puncak kalau menggunakan katalis ini gambarnya adik-adik ini puncaknya makin turun istilahnya dia makin rendah Mungkin ada gambar dua gini, ini sama nggak apa-apa. Ini sama aja. Nah ini dari posisi bawah menuju puncak ini, yang titik-titik ya istilahnya ini, ini disebut EA aksen.

Berarti ini energi aktifasi dengan katalis. Jadi kalau energi aktifasi dengan katalis, dia itu lebih rendah puncaknya daripada yang tanpa katalis. Tanpa katalis karena masih butuh energi yang banyak.

Ini koko contoh memberi angka aja ya langsung ya. Misalkan ini 10, ini 20, ini mungkin puncaknya ini 80 gitu ya. Nah, kalau dari gambar seperti ini, koko bisa menyimpulkan nilai-nilainya seperti ini.

Jadi, delta H reaktan itu adalah 20 kJ, delta H produk itu 10 kJ, delta H reaksi itu 10-20. Minus 10 Nah untuk EA tanpa katalis 20 menuju 80 Itu 60 Nah jika dengan katalis Mungkin adik-adik Ini nanti diberi data juga Puncak yang rendah Mungkin 60 gitu ya Berarti nanti EA aksen ini Bernilai 60 kurangi 20 Berarti 40 Mungkin gogo tulis aja ya 60 dari mana ini 80 kurangi 20 Yang ini 60 kurangi 20 Itu ya Untuk berikutnya Ini kita gambar yang Induk term ya Induk term Berarti reaktannya lebih rendah Terima kasih daripada produknya jadi ini delta H reaktan ini delta H produk gitu Nah apa yang terjadi kalau delta H produk lebih tinggi berarti kan delta H nya pasti positif ya ini nah ini kuku kasih tanda minus aja Positif itu menunjukkan delta H positif itu adalah endoterm. Jadi kalau grafik ini pun lebih tinggi yang kanan itu endoterm.

Ya, reaksinya endoterm. Untuk EA tanpa katalis seperti tadi, hitungannya itu selalu dari reaktan, batas reaktan ini menuju puncak ini. Ini EA biasa.

Ea tanpa katalis Nah kalau menggunakan katalis Nanti adik-adik pasti ada gambar berikutnya Gambar parabola kedua Yang lebih rendah nilainya Puncaknya lebih rendah maksudnya Nanti dari ini ke sini Kita sebut ini sebagai Ea aksen Ea aksen itu adalah Energi aktifasi Dengan katalis Ea aksen itu adalah Kalau ini Ea biasa, gitu ya. Sama teorinya, sama seperti gambar di sebelah, kalau ada angka-angkanya sama, gitu. Terima kasih adik-adik sudah menonton video pada kali ini mengenai kimia laju reaksi kelas 11. Semoga ini berguna dan bermanfaat buat kalian semua. Tolong dukung kuku ya dengan cara like, subscribe, dan share ke teman-teman kalian semua. Terima kasih.