Coconote
AI notes
AI voice & video notes
Try for free
📈
Analisis Saham BBRI Kuartal 2 2024
Oct 2, 2024
Analisa Saham BBRI Kuartal 2 Tahun 2024
Pendahuluan
Minggu lalu menjadi menegangkan bagi para holder saham BBRI.
Saham turun hampir 10% dalam 2 hari perdagangan.
Penurunan disebabkan oleh downgrade dari JP Morgan dari overweight menjadi netral.
Target harga JP Morgan di Rp 5.500 per lembar saham.
Transaksi asing negatif hampir Rp 4 triliun dalam 1 minggu.
Profil Perusahaan
Kode Saham
: BBRI
Nama Perusahaan
: Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk
Kapitalisasi Pasar
: Rp 765 triliun (per 29 September)
Sektor
: Finance
Subsektor
: Perbankan
Harga Saham
: Rp 5.100 per lembar.
Kinerja Keuangan
Laporan Laba Rugi
Penjualan
:
Kenaikan 9,13% dari Rp 188 triliun (2023) menjadi Rp 205 triliun (2024).
CAGR 10,23% dalam 10 tahun terakhir.
Laba Kotor
: Sama dengan revenue (nol beban bahan baku).
Laba Usaha
:
Kenaikan 0,34% di 2024.
Peningkatan beban operasional menggerus laba.
Laba Bersih
:
Potensi turun 1,16% dari Rp 60 triliun (2023) menjadi Rp 59,4 triliun (2024).
Laporan Neraca
Total Aset
: Kenaikan 0,63%.
Liabilitas
: 1,04% meningkat - baik untuk kepercayaan nasabah.
Ekuitas
: Penurunan 1,76% dari tahun 2023 ke 2024.
Kas
: Penurunan 27,65% - perlu diperhatikan untuk bisnis perbankan.
Laporan Arus Kas
CFO
: Angka negatif dalam 2 tahun terakhir, menunjukkan lebih banyak uang keluar.
CFI
: Dominan negatif - baik jika perusahaan lebih banyak melunasi hutang.
CFF
: Juga dominan negatif, menunjukkan perusahaan melunasi hutang lebih banyak.
Rasio Keuangan
Profitability Margin
: Penurunan selama 3 tahun terakhir.
ROE
: Sedikit meningkat dari 19,3% ke 19,4%.
Rasio Utang
: Peningkatan dari 5,29 ke 5,45.
Dividen Yield
: Sekitar 3-4% selama 10 tahun terakhir.
Valuasi Saham
Rasio PBV
Sekarang di angka 2,5, dianggap fair value.
Potensi turun 4% dengan harga wajar Rp 5.077.
Rasio PE
Posisi saat ini di 12,88, sedikit undervalued.
Target harga jual di Rp 6.700-an.
Kesimpulan
Harga saham BBRI saat ini wajar.
Layak dilirik untuk investasi jangka panjang, tetapi kurang menarik untuk investasi mid-term.
Saham defensif lebih cocok untuk investor yang menginginkan dividen.
Disclaimer
Video ini bukan rekomendasi beli atau jual saham.
Pemirsa disarankan untuk melakukan riset sendiri.
Ekstra
Untuk akses ke file Excel RDVE dan analisa lebih lanjut, dapat diakses di website Jonathan Tamrin.
📄
Full transcript